Bondowoso, http://RadarIndonesia.com – Rapat dengar pendapat (RDP) antara wali murid peserta Olimpiade Sains Nasional (OSN), Dinas Pendidikan, dan DPRD Bondowoso menghasilkan titik terang terkait polemik administrasi yang sempat mengkhawatirkan masa depan para peserta. Anak-anak yang mengikuti OSN dipastikan tetap dapat melanjutkan kompetisi setelah persoalan unggah data berhasil diselesaikan.
Wakil Ketua DPRD Bondowoso, Sinung Sudrajat, menyampaikan bahwa forum yang digelar di Ruang Rapat Gabungan DPRD Bondowoso, Kamis (2/7/2026), menjadi momentum untuk saling mengevaluasi dan menyampaikan aspirasi dari seluruh pihak.
Menurutnya, pada awal proses terdapat kendala teknis ketika data peserta yang telah diunggah oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso dan telah berstatus centang hijau ternyata belum diterima oleh server pusat.
“Alhamdulillah, setelah dilakukan koordinasi ulang, per hari ini data tersebut sudah diterima dengan baik oleh pusat. Artinya, anak-anak kita tetap bisa melanjutkan dan mengikuti kompetisi OSN,” ujar Sinung.
Ia menegaskan, persoalan yang terjadi lebih disebabkan oleh miskomunikasi dan kendala teknis dalam sistem, bukan karena kelalaian administrasi yang dilakukan pemerintah daerah.
Meski demikian, DPRD juga menemukan sejumlah persoalan lain yang perlu menjadi perhatian serius, terutama terkait fasilitas pelaksanaan OSN jenjang Sekolah Dasar (SD). Beberapa peserta diketahui harus mengerjakan soal dengan posisi lesehan, kondisi yang dinilai kurang mendukung kenyamanan dan konsentrasi siswa.
“OSN merupakan ajang kompetisi yang bergengsi di bidang pendidikan. Karena itu, fasilitas pelaksanaannya harus benar-benar diperhatikan agar anak-anak bisa mengikuti lomba dengan nyaman dan fokus,” katanya.
Sinung menilai kenyamanan tempat ujian memiliki pengaruh besar terhadap psikologis peserta. Menurutnya, fasilitas yang memadai merupakan salah satu faktor pendukung untuk melahirkan prestasi terbaik bagi para siswa.
“Ketika anak-anak merasa nyaman, mereka bisa berkonsentrasi secara maksimal. Sebaliknya, jika fasilitas kurang layak, tentu akan mengganggu fokus dan psikologi mereka saat mengerjakan soal,” tegasnya.
Ia berharap ke depan pemerintah daerah bersama penyelenggara dapat melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sarana dan prasarana pelaksanaan berbagai ajang kompetisi pendidikan agar tidak terulang pada kegiatan berikutnya.
“Harapan kita, anak-anak Bondowoso tidak hanya berprestasi untuk dirinya sendiri, tetapi juga mampu mengharumkan nama daerah. Karena itu, dukungan fasilitas yang baik menjadi bagian penting dalam mewujudkan prestasi tersebut,” pungkasnya.






