Berita, TNI  

Genap Setahun, Brigif TP 28/Bari Fola Tak Boleh Cepat Puas, Kolonel Rinto: Profesionalisme dan Harus Naik Kelas

Radar Indonesia

HALMAHERA TIMUR, RADAR INDONESIA.COM — Genap satu tahun berdiri, Brigade Infanteri Teritorial Pembangunan (Brigif TP) 28/Bari Fola tidak ingin menjadikan peringatan hari ulang tahun sekadar seremoni. Momentum tersebut justru dijadikan ruang evaluasi sekaligus penegasan agar setiap prajurit semakin profesional, disiplin dan siap menghadapi tuntutan tugas.

Pesan itu ditegaskan Komandan Brigif TP 28/Bari Fola, Kolonel Inf Rinto Wijaya, S.A.P., M.I.Pol., M.Han., saat memimpin Tasyakuran HUT ke-1 Brigif TP 28/Bari Fola di depan Marshaling Area Brigif TP 28/Bari Fola, Sabtu (29/8/2026).

Peringatan satu tahun perjalanan satuan tersebut berlangsung khidmat, namun pesan yang disampaikan Komandan cukup tegas: satu tahun bukan alasan untuk berpuas diri.

Menurut Rinto, perjalanan satu tahun harus menjadi pijakan untuk melihat kembali apa yang telah dicapai sekaligus mengukur sejauh mana kesiapan prajurit menghadapi tugas yang semakin kompleks.

“Jadikan satu tahun perjalanan Brigif TP 28/Bari Fola sebagai pijakan untuk terus berbenah dan meningkatkan kemampuan. Pertahankan soliditas, tingkatkan profesionalisme dan disiplin, serta laksanakan setiap tugas dengan penuh tanggung jawab dan pengabdian terbaik kepada bangsa dan negara,” tegasnya.»

Penegasan tersebut menjadi pesan penting memasuki tahun kedua. Sebab, bagi sebuah satuan, usia bukan ukuran utama. Yang lebih penting adalah kualitas prajurit, kesiapan satuan dan kemampuan menjawab setiap tantangan tugas.

Rangkaian tasyakuran diawali dengan penayangan video peresmian Brigif TP 28/Bari Fola oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, dilanjutkan video profil satuan. Tayangan tersebut menjadi pengingat tentang awal perjalanan satuan sekaligus tanggung jawab besar yang melekat di dalamnya.

Tak hanya seremoni, kemampuan prajurit turut diuji dan ditampilkan melalui demonstrasi Bela Diri Militer dan Pencak Silat Militer. Atraksi tersebut memperlihatkan ketangkasan, keberanian, disiplin serta kekompakan prajurit.

Baca juga
PKDI Bondowoso Bersama Ketua SMSI, Wanti-wanti Anggotanya Jangan Merangkap Jadi LSM, Berikut Penjelasannya

Pesan mengenai peningkatan kemampuan juga terlihat dari pelaksanaan Lomba Peleton Tangkas. Peleton III keluar sebagai juara dan berhak menerima Piala Bergilir Lomba Peleton Tangkas Brigif TP 28/Bari Fola.

Sementara penghargaan prajurit terbaik diberikan kepada Pratu Asegaf.

Prestasi tersebut bukan sekadar perebutan piala. Kompetisi internal menjadi salah satu cara untuk mengukur kemampuan, membangun mental bertanding, sekaligus mendorong prajurit agar tidak cepat puas dengan capaian yang telah diraih.

Nuansa kebersamaan dengan masyarakat juga terlihat melalui penampilan Tarian Tradisional Papua Gamsio dari Kesultanan Tidore. Kesenian tersebut menjadi representasi kekayaan budaya Maluku Utara sekaligus simbol kedekatan antara prajurit dan masyarakat di wilayah penugasan.

Sebagai bentuk rasa syukur, kegiatan dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng oleh Komandan Brigif TP 28/Bari Fola. Acara kemudian ditutup dengan foto bersama dan ramah tamah.

Memasuki tahun kedua, Brigif TP 28/Bari Fola menghadapi tuntutan yang lebih besar. Profesionalisme tidak cukup hanya diucapkan dalam sambutan, tetapi harus dibuktikan melalui disiplin, kemampuan, kesiapsiagaan dan keberhasilan menjalankan tugas di lapangan.

Karena itu, HUT ke-1 Brigif TP 28/Bari Fola bukan sekadar menandai bertambahnya usia satuan.

Ini adalah garis start menuju tuntutan yang lebih berat: prajurit harus semakin profesional, satuan harus semakin solid, dan pengabdian harus semakin nyata dirasakan negara maupun masyarakat.