BONDOWOSO, RADAR INDONESIA.COM – Menyempurnakan fasilitas dan memenuhi standar kelayakan operasional, Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tamanan 2 Kemirian Bondowoso kini telah lengkap dengan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
Keberadaan fasilitas ini menjadi bukti keseriusan mitra dapur SPPG dalam menjaga kebersihan, kesehatan, serta kelestarian lingkungan dapur.
Langkah pemasangan dan pengoperasian IPAL ini merupakan bagian dari pemenuhan persyaratan teknis dan sanitasi yang diwajibkan dalam panduan pelaksanaan program Makan Bergizi Graris (MBG).
Sebagai dapur sentra yang beroperasi setiap hari dalam skala besar, menghasilkan limbah cair sisa pencucian bahan makanan, peralatan masak, hingga kebersihan ruangan menjadi hal yang tidak terelakkan.
Oleh karena itu, pengelolaan limbah yang tepat menjadi kebutuhan mutlak agar tidak mencemari lingkungan maupun sumber air warga sekitar.
IPAL yang dibangun dan terpasang di lokasi dapur ini berfungsi mengolah seluruh air buangan atau limbah cair yang dihasilkan dari aktivitas dapur.
Melalui serangkaian proses penyaringan dan pengendapan, limbah yang awalnya mengandung sisa makanan, minyak, dan kotoran, diproses hingga kualitas airnya bersih tanpa menimbulkan bau tidak sedap, pencemaran tanah, atau pencemaran saluran air di sekitar pemukiman warga.
Kepala Dapur SPPG Tamanan 2 Kemirian Bondowoso, Andina, menjelaskan bahwa keberadaan IPAL ini sangat vital dan menjadi salah satu indikator penilaian kelayakan dapur.
Menurutnya, menyajikan makanan bergizi dan higienis tidak cukup hanya pada produk akhirnya saja, namun harus dimulai dari pengelolaan kebersihan dan limbah yang baik pula.
“Alhamdulillah, sekarang dapur kami sudah memiliki dan mengoperasikan IPAL. Ini wajib kami miliki agar apa yang kami kerjakan tidak merugikan lingkungan atau mengganggu warga sekitar,” ungkapnya saat ditemui di lokasi dapur, Rabu (3/6/2026).
Ia menambahkan, sebelum dialirkan ke saluran pembuangan, seluruh air bekas penggunaan di dapur akan masuk ke bak penampungan IPAL terlebih dahulu.
Di sana dilakukan proses pemisahan lemak dan padatan, serta pengolahan biologis agar kadar pencemaran dalam air turun drastis. Air yang keluar dari instalasi ini sudah jauh lebih bersih dan aman bagi lingkungan.
“Dengan adanya IPAL ini, kami pastikan tidak ada lagi sisa minyak atau kotoran yang langsung mengalir ke selokan. Lingkungan dapur jadi bersih, tidak ada bau, dan warga sekitar pun kami pastikan tidak terganggu dengan adanya aktivitas dapur ini setiap hari,” tambahnya.
Selain menjaga kebersihan lingkungan, keberadaan IPAL ini juga menjadi syarat penting dalam audit dan verifikasi kelayakan dapur yang dilakukan secara berkala oleh tim pengawas program maupun dinas terkait.
Fasilitas ini menandakan bahwa manajemen dapur SPPG telah berjalan secara profesional, tertib, dan bertanggung jawab tidak hanya pada produk, tetapi juga pada aspek keberlanjutan lingkungan.
Warga masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi dapur pun menyambut baik adanya fasilitas baru ini. Mereka merasa lega karena keberadaan dapur besar yang beroperasi setiap hari tidak lagi dikhawatirkan akan menjadi sumber pencemaran atau masalah kebersihan lingkungan di desa mereka.
Kini, dengan lengkapnya sarana pengolahan limbah ini, Dapur SPPG Tamanan 2 Kemirian Bondowoso semakin siap bekerja secara maksimal.
Selain menjamin penyajian makanan bergizi yang aman dan berkualitas, dapur ini juga berkomitmen menjadi tempat pengolaham MBG yang ramah lingkungan dan mendukung pembangunan berkelanjutan di wilayah setempat.
Keberadaan IPAL ini menjadi salah satu bukti nyata bahwa program MBG tidak hanya hadir untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga memperhatikan aspek kesehatan lingkungan dan kebersihan publik secara menyeluruh.






