SPPG Pekalangan Bondowoso All Out Layani Ratusan Kelompok 3B

Editor Satu

BONDOWOSO, RADAR INDONESIA.COM – Komitmen Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pekalangan, Kecamatan Tenggarang Bondowoso, all out melayani ratusan Kelompok penerima manfaat yakni ibu hamil, ibu menyusui dan balita (3B).

Kategori 3B yang menjadi sasaran utama SPPG Pekalangan ini sebanyak 208 penerima manfaat.

Mengingat kelompok ini adalah fondasi kualitas generasi mendatang, di mana ibu hamil, ibu menyusui, dan balita berusia di bawah lima tahun sangat membutuhkan asupan gizi lengkap dan seimbang agar terhindar dari risiko stunting dan kekurangan gizi.

Kepala SPPG Pekalangan, Ivank, menegaskan tidak ada satu pun tahapan yang terlewat atau diabaikan dalam pendistribusian bagi kelompok 3B.

Ivank menyampaikan bahwa pelayanan bagi kelompok 3B ini memerlukan perhatian khusus dibandingkan kelompok penerima manfaat lainnya.

Kandungan zat gizi, jenis bahan pangan, hingga tekstur makanan harus disesuaikan dengan kebutuhan biologis masing-masing kategori.

Oleh karena itu, pihaknya menerapkan prinsip “all out” atau memberikan seluruh kemampuan terbaik demi memastikan mutu makanan terjaga.

“Kami di SPPG Pekalangan, ini berkomitmen all out, memberikan segala kemampuan dan tenaga kami demi melayani kelompok 3B ini. Ibu hamil, ibu menyusui, dan balita adalah prioritas utama. Apa yang mereka konsumsi hari ini akan menentukan kualitas kesehatan mereka dan generasi masa depan. Tidak ada tawar-menawar, kualitas dan keamanan pangan harus nomor satukan,” tegas Ivank, saat ditemui awak media di lokasi dapur, Selasa (2/6/2026).

Ia menjelaskan, untuk ibu hamil dan ibu menyusui, menu disusun kaya akan protein, kalsium, zat besi, dan asam folat guna mendukung kesehatan ibu serta perkembangan janin atau produksi ASI.

Sedangkan untuk kelompok balita, olahan makanan disesuaikan tingkat kelembutannya, dicerna dengan mudah, dan kaya akan zat gizi makro serta mikro yang mendukung pertumbuhan tinggi badan dan kecerdasan anak.

Baca juga
Jaga Stabilitas Harga Pangan, Polres Bondowoso Bersama Instansi Terkait Lakukan Pemantauan Bapokting di Pasar Induk

“Kami susun menu beragam agar tidak bosan, kami pastikan bahan baku segar dan mayoritas mengambil dari produk lokal. Target kami jelas, supaya makanan yang sampai ke tangan penerima manfaat itu benar-benar lezat, aman, dan gizinya sampai terserap tubuh,” tambahnya.

Menurut Ivank, kelompok 3B ini merupakan kelompok paling rentan mengalami masalah gizi, karena berada dalam periode penting pertumbuhan dan perkembangan anak.

“Arahan BGN, kelompok 3B ini merupakan prioritas dalam program MBG. Kami distribusikan lima hari dalam seminggu, sama dengan jadwal sekolah,” ucapnya.

Sementara itu, para penerima manfaat, khususnya para ibu yang memiliki balita maupun ibu hamil, menyambut baik dan sangat berterima kasih atas pelayanan yang diberikan SPPG Pekalangan.

Mereka mengaku sangat terbantu dengan adanya program ini, karena meringankan beban ekonomi sekaligus menjamin kebutuhan gizi keluarga terpenuhi dengan baik.

Hingga kini, konsistensi pelayanan terus tingkatkan oleh SPPG Pekalangan, baik untuk siswa sekolah terlebih bagi kelompok 3B.

Mereka menyadari bahwa tugas yang diemban bukan sekadar memasak dan mengantar makanan, melainkan bagian dari misi besar pemerintah dalam menurunkan angka stunting dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Bondowoso.

Dengan semangat pelayanan yang all out dan penuh tanggung jawab, SPPG Pekalangan terus bertekad menjaga komitmennya menjadi garda terdepan penyedia pangan bergizi, memastikan setiap penyaluran berjalan lancar, aman, dan bermanfaat bagi ratusan ibu dan anak yang menjadi tanggung jawab pelayanannya.

(Ubay)