Jurnalis/ Content Creator : Ubay
BONDOWOSO, RADAR INDONESIA.COM – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pekalangan, Kecamatan Tenggarang, Kabupaten Bondowoso, terus memperkuat komitmennya dalam memberikan layanan Makan Bergizi Gratis (MBG) berkualitas kepada 285 penerima manfaat dari kelompok B3, meliputi ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita.
Pelayanan tersebut menjangkau tiga desa, yakni Pekalangan, Bataan, dan Gebang, dengan mengutamakan pemenuhan gizi seimbang, kebersihan makanan, serta ketepatan distribusi.
Kepala SPPG Pekalangan, Alihya Khaifanto, yang akrab disapa Ivank, menegaskan bahwa kelompok B3 menjadi salah satu prioritas pelayanan karena membutuhkan asupan gizi yang memadai untuk menjaga kesehatan ibu sekaligus mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak sejak dini.
Menurutnya, pelaksanaan program MBG tidak sekadar memastikan makanan sampai kepada penerima manfaat, tetapi juga menjaga kualitas menu agar sesuai dengan kebutuhan gizi.
Karena itu, pihaknya terus berupaya mempertahankan standar pengolahan makanan, kebersihan dapur, serta variasi menu yang disajikan setiap hari.
“Komitmen kami adalah memaksimalkan pelayanan MBG bagi kelompok B3. Mereka merupakan kelompok rentan yang membutuhkan perhatian khusus, sehingga makanan yang diberikan harus memenuhi kebutuhan gizi, diolah secara higienis, dan didistribusikan dengan baik,” kata Ivank, Jumat (9/10/2026).
Ia menjelaskan, penyusunan menu dilakukan dengan memperhatikan keseimbangan zat gizi, mulai dari sumber karbohidrat, protein hewani seperti daging atau telur, sayuran segar, hingga buah-buahan.
Variasi tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi penerima manfaat secara lebih optimal.
“Bagi kami, kualitas layanan tidak hanya dilihat dari makanan yang dibagikan, tetapi juga dari kandungan gizinya, kebersihannya, dan kesesuaian pelayanan dengan kebutuhan penerima manfaat. Kami ingin program ini benar-benar memberikan manfaat bagi kesehatan ibu dan tumbuh kembang anak,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, SPPG Pekalangan melayani penerima manfaat di Desa Pekalangan, Bataan, dan Gebang. Koordinasi dengan posyandu serta kader setempat terus dilakukan untuk mendukung kelancaran penyaluran makanan kepada kelompok sasaran.
Ivank menilai, keterlibatan kader dan pihak terkait di tingkat desa penting untuk membantu memastikan distribusi berjalan tertib dan tepat sasaran.
Dengan koordinasi yang berkelanjutan, pelayanan diharapkan dapat menjangkau penerima manfaat sesuai kebutuhan dan jadwal yang telah ditetapkan.
Program MBG bagi kelompok B3 juga diharapkan berkontribusi terhadap upaya pencegahan masalah gizi, termasuk stunting, melalui dukungan asupan nutrisi yang memadai. Meski demikian, pemenuhan gizi ibu dan anak tetap perlu didukung pola hidup sehat, pemantauan kesehatan secara berkala, serta edukasi gizi bagi keluarga.
Di tengah pengawasan dan penyesuaian pelaksanaan program oleh Badan Gizi Nasional (BGN), SPPG Pekalangan menyatakan akan terus mengikuti standar operasional prosedur (SOP) dan ketentuan keamanan pangan yang berlaku. Pemenuhan persyaratan sanitasi, termasuk Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) sesuai ketentuan, juga menjadi bagian penting dalam menjaga mutu pelayanan.
“Kami berkomitmen untuk terus melakukan evaluasi dan meningkatkan kualitas layanan. Harapannya, MBG tidak hanya menjadi program pemenuhan makanan, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi kesehatan masyarakat, khususnya ibu hamil, ibu menyusui, dan balita di Kecamatan Tenggarang,” tutur Ivank.
Melalui konsistensi dalam menjaga kualitas makanan, kebersihan pengolahan, dan ketepatan distribusi, SPPG Pekalangan berharap pelaksanaan MBG dapat berjalan berkelanjutan serta memberikan manfaat optimal bagi masyarakat di wilayah pelayanannya.





