BONDOWOSO, RADAR INDONESIA.COM – Di balik tersajinya program Makanan Bergizi Gratis (MBG) bagi ribuan penerima manfaat setiap harinya, ada rangkaian kerja keras dan pengawalan ketat yang berjalan mulai dari dapur hingga ke tangan siswa.
Kelancaran, keamanan, dan ketepatan distribusi MBG ke seluruh satuan pendidikan terus dijaga dengan sangat disiplin.
Di sinilah peran strategis Asisten Lapangan (Aslap) dapur SPPG menjadi garda terdepan, memastikan setiap paket makanan yang keluar dari dapur sampai ke tangan siswa dalam kondisi baik, tepat waktu, dan pastinya tepat sasaran.
Setelah makanan matang dikemas rapi dalam kotak-kotak makanan, tugas para Asisten Lapangan mulai berjalan. Mereka tak hanya sekadar mengantar, tetapi memantau langsung setiap tahapan distribusi dengan cermat.
Mulai dari memastikan jumlah paket yang dimuat ke kendaraan sesuai daftar penerima, memeriksa kembali kebersihan wadah, hingga memastikan kendaraan pengantar siap berangkat tepat waktu.
Di jalan pun pengawalan tetap dilakukan, mengingat kondisi medan dan jarak yang bervariasi menuju puluhan sekolah yang tersebar.
Sesampainya di sekolah, tugas mereka belum selesai. Di depan kepala sekolah atau penanggung jawab sekolah, jumlah paket kembali dicocokkan. Kondisi makanan pun dicek ulang, apakah kemasan utuh, dan layak disajikan.
Semua dilakukan agar tidak ada kesalahan jumlah, tidak ada keterlambatan, dan yang paling utama, gizi yang terkandung di dalamnya tetap terjaga kualitasnya saat dikonsumsi anak-anak.
Asisten Lapangan SPPG Wonosuko, Tamanan, Bondowoso, Qulyubi, mengungkapkan, kehadirannya di lapangan adalah bentuk tanggung jawab nyata agar program pemerintah ini berjalan akuntabel dan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh penerima manfaat.
Ia mengaku, semangat melihat wajah ceria siswa yang menanti kedatangan makanan menjadi motivasi terbesar dalam menjalani tugas ini.
“Tugas kami mengawal dari dapur sampai ke sekolah, tak boleh ada yang terlewat. Kami pastikan jumlahnya pas, tidak ada yang kurang atau salah alamat. Kondisi makanannya pun kami cek ulang saat penyerahan agar tetap segar, bersih, dan aman dimakan,” ucap Qulyubi, Jumat, (29/5/2026).
Menurutnya, saat melihat anak-anak makan dengan lahap dan senyum bahagia, hal itu adalah bukti kerja kerasnya berhasil.
“Intinya, kami jamin distribusi berjalan lancar, aman, dan tepat sasaran, sehingga hak gizi anak-anak terpenuhi setiap hari tanpa kendala,” ujarnya dengan penuh tanggung jawab.
Lebih dari sekadar petugas pengantar, Asisten Lapangan ini juga berperan sebagai jembatan komunikasi yang paling efektif antara pihak pengelola dapur dengan pihak sekolah.
Segala masukan, saran, maupun kendala kecil yang ditemukan di lapangan langsung dicatat dan dilaporkan hari itu juga, untuk segera diperbaiki demi pelayanan yang lebih baik esok harinya.
Para kepala sekolah dan guru pun sangat mengapresiasi peran asisten lapangan ini. Kehadiran mereka memberikan rasa aman dan kepastian bahwa program MBG ini dikelola dengan sangat serius dan terorganisir rapi.
Tidak ada lagi kekhawatiran mengenai keterlambatan atau ketidaksesuaian jumlah makanan yang diterima siswa.
Berkat pengawalan rutin, ketelitian, dan dedikasi tinggi dari Asisten Lapangan SPPG ini, penyaluran MBG di wilayah cakupan SPOG Wonosuko berjalan tertib, terstruktur, dan sangat minim kendala.
Hal ini menjadi jaminan nyata bagi orang tua dan masyarakat luas bahwa program MBG bukan hanya sekadar kegiatan pembagian makanan, melainkan pelayanan publik yang transparan, terukur, dan benar-benar didedikasikan untuk tumbuh kembang generasi penerus yang lebih sehat, cerdas, dan berprestasi.(*)





