Relawan SPPG Wonosuko, Tamanan, Bondowoso, melakukan general cleaning, Sabtu (11/7/2026).
BONDOWOSO, RADAR INDONESIA.COM – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Wonosuko, Tamanan, Bondowoso, tengah melakukan persiapan matang untuk kembali mengoperasikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah libur beberapa minggu.
Berbagai langkah telah dijalankan, mulai dari uji coba menu, rapat evaluasi, hingga kegiatan pembersihan menyeluruh atau general cleaning di area lingkungan dapur, Sabtu (11/7/2026).
Puluhan relawan tampak antusias bergotong royong membersihkan lantai, kompor, halaman, saluran air, serta merapikan seluruh perlengkapan yang akan digunakan.
Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan lingkungan dan area dapur bersih, rapi, serta seluruh peralatan produksi siap pakai kembali sesuai standar operasional.
Salah satu relawan menyampaikan bahwa seluruh peralatan dicuci secara cermat dan disterilkan ulang demi menjamin keamanan pangan bagi penerima manfaat MBG.
Aksi bersih-bersih ini sekaligus merupakan bentuk kepatuhan terhadap standar operasional ketat yang ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN).
Sementara itu, Kepala Dapur SPPG Wonosuko, Izzat Abdi, menyatakan dengan rangkaian persiapan tersebut, pihaknya optimistis pelaksanaan MBG pada hari pertama masuk sekolah nanti dapat berjalan lancar.
“Kami pastikan kesiapan sumber daya manusia, kebersihan dapur, serta koordinasi antarbagian terjaga. Hal ini demi menjamin makanan yang diterima para siswa tetap bergizi, aman, higienis, dan berkualitas,” ujar Izzat.
Ia menambahkan, kegiatan bersih-bersih seperti ini sebenarnya sudah menjadi rutinitas. Setiap akhir pekan SPPG selalu melakukan pembersihan menyeluruh.
“Kebersihan adalah fondasi utama menghadirkan makanan sehat dan bergizi bagi penerima manfaat. Itu menjadi prioritas utama kami,” tegasnya.
Selain pembersihan fisik, persiapan juga mencakup pengarahan atau briefing relawan hingga pembagian jadwal kerja di setiap divisi, mulai persiapan bahan, pengolahan, hingga pemporsian, yang didampingi asisten lapangan (Aslap).
“Bukan hanya sarana, kebersihan adalah hal utama yang harus kami penuhi,” tambah Izzat.
Bagi para relawan dan warga sekitar, beroperasinya kembali dapur MBG bukan sekadar penyediaan makanan, melainkan juga penggerak roda ekonomi yang dinantikan.
Program ini menjadi harapan bagi pekerja dapur, pemasok bahan baku lokal, hingga pelaku UMKM di wilayah setempat.
Dengan persiapan maksimal di H-2 ini, SPPG Wonosuko optimistis distribusi ribuan porsi makanan bergizi pada hari-H nanti berjalan lancar, tertib, dan sesuai target pemerintah pusat.






