Video Viral Diduga Makanan SPPG Berakhir di Gerobak Sampah, Pengelola Janji Usut Penyebabnya

Radar Indonesia

← Kembali

Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨

BONDOWOSO, RADAR INDONESIA.COM – Sebuah video yang diduga memperlihatkan makanan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dibuang oleh sejumlah siswa di MTsN 4 Lombok Kulon, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Bondowoso, viral di media sosial dan memicu beragam tanggapan dari masyarakat.

Dalam video yang beredar, terlihat sejumlah kotak makan beserta nasi dan lauk diduga merupakan makanan MBG dibuang ke dalam sebuah gerobak. Hingga kini, penyebab makanan tersebut tidak dikonsumsi siswa belum diketahui secara pasti.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, makanan tersebut dipasok oleh SPPG Tumpeng Wonosari yang melayani distribusi MBG ke sekolah tersebut.

Dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Kepala SPPG Tumpeng, Amelia Putri, membenarkan telah menerima informasi terkait video yang beredar. Ia mengatakan pihaknya akan melakukan penelusuran untuk mengetahui penyebab pasti kejadian tersebut. Selasa, 21/6/2026

“Kami akan telusuri kembali apa penyebabnya,” ujar Amelia.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak SPPG belum memberikan keterangan lanjutan mengenai hasil penelusuran maupun penyebab makanan tersebut diduga dibuang. Media ini juga masih berupaya meminta konfirmasi dari pihak MTsN 4 Lombok Kulon serta pihak-pihak terkait lainnya guna memperoleh penjelasan yang utuh.

Peristiwa ini menjadi sorotan publik karena Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program strategis pemerintah untuk meningkatkan pemenuhan gizi peserta didik. Beredarnya video tersebut memunculkan berbagai pertanyaan di tengah masyarakat mengenai penyebab makanan tidak dikonsumsi, apakah berkaitan dengan selera siswa, kualitas makanan, mekanisme distribusi, atau faktor lainnya.

Baca juga
Video Vlog "Anak Melahirkan Anak" Raih Juara 1 Nasional, Ketua TP PKK Bondowoso: Jadi Motivasi Perkuat Pencegahan Perkawinan Anak

Apabila tidak segera diusut dan dijelaskan secara terbuka oleh pihak-pihak terkait, peristiwa ini berpotensi memengaruhi persepsi publik terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis. Karena itu, transparansi hasil penelusuran dinilai penting agar tidak berkembang spekulasi yang dapat mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap program tersebut.(Yuniar/ADM)