Ratusan Peserta Taring ke 19 Padukan PBB dan Pawai Budaya, Tiga Kecamatan Unjuk Kekayaan Nusantara

Radar Indonesia

BONDOWOSO, RADAR INDONESIA.COM— Tradisi Taring kembali digelar untuk ke-19 kalinya dengan menghadirkan perpaduan gerak jalan Peraturan Baris-Berbaris (PBB) dan pawai budaya. Kegiatan tersebut melibatkan ratusan peserta dari Kecamatan Tapen, Sukosari, dan Sumberwringin, Kabupaten Bondowoso.

Camat Sumberwringin, Probo Nugroho, mengatakan kegiatan Taring tahun ini diikuti sekitar 60 kelompok. Masing-masing kelompok terdiri dari tujuh peserta, sehingga jumlah peserta mencapai kurang lebih 420 orang.

Menurutnya, Taring tidak sekadar menjadi ajang gerak jalan, tetapi terus berkembang menjadi ruang untuk memperkenalkan keberagaman budaya Nusantara kepada masyarakat.

“Ke-19 ini kita menampilkan pawai budaya dan juga gerak jalan PBB. Pesertanya dari Tapen, Sukosari, dan Sumberwringin,” ujar Probo.

Ia menjelaskan, tema yang diangkat tahun ini memadukan harmoni Nusantara dan modernisasi. Konsep tersebut diwujudkan melalui beragam penampilan budaya yang diharapkan mampu menjadi hiburan sekaligus sarana edukasi bagi masyarakat.

“Yang ingin kami tampilkan adalah harmoni Nusantara dan modernisasi budaya kepada masyarakat luas, khususnya masyarakat di tiga kecamatan,” katanya.

Momentum Agustus juga menjadi alasan kegiatan tersebut dikemas lebih meriah. Selain mempertahankan semangat kemerdekaan, panitia ingin memberikan ruang bagi masyarakat untuk mengekspresikan kreativitas melalui seni dan budaya.

“Karena masih di bulan Agustus, dengan semangat kemerdekaan kita memberikan hiburan kepada masyarakat sekaligus edukasi terkait budaya yang ada di Nusantara,” jelasnya.

Taring sendiri bukan kegiatan yang muncul secara tiba-tiba. Menurut Probo, pada awalnya kegiatan tersebut lebih dikenal sebagai ajang gerak jalan. Seiring perkembangan dan antusiasme masyarakat, pawai budaya kemudian menjadi bagian penting dalam pelaksanaannya.

“Awalnya Taring itu gerak jalan. Seiring berkembangnya waktu, kemudian ditambah dengan pawai budaya,” ungkapnya.

Pada pelaksanaan tahun sebelumnya, sejumlah budaya Nusantara juga ditampilkan, termasuk kisah Roro Jonggrang. Tahun ini, peserta kembali menghadirkan beragam unsur budaya, salah satunya nuansa Bali yang terlihat dalam penampilan peserta.

Baca juga
GKJW Bondowoso: PORSENI Bukan Sekadar Lomba, Tapi Merawat Kebersamaan dan Prestasi

Perkembangan Taring selama 19 tahun menunjukkan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya bertahan sebagai agenda tahunan, tetapi juga berkembang menjadi panggung kreativitas masyarakat.

Di tengah arus modernisasi, Taring menjadi salah satu ruang bagi masyarakat untuk tetap mengenalkan budaya Nusantara kepada generasi berikutnya—dengan cara yang lebih meriah, kreatif, dan dekat dengan kehidupan masyarakat.