BONDOWOSO, RADAR INDONESIA. COM – Dua desa di Kabupaten Bondowoso mendapat kesempatan mempresentasikan program pemberdayaan masyarakat di tingkat nasional melalui Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa).
Kedua desa tersebut adalah Desa Gunungsari dan Desa Tanah Wulan. Program tersebut dijalankan mahasiswa selama sekitar tiga bulan dengan fokus menggali potensi sekaligus mencari inovasi yang dapat memperkuat kapasitas dan perekonomian masyarakat desa.
Kepala Bapperida Kabupaten Bondowoso, Anisatul Hamidah, mengatakan mahasiswa terlebih dahulu melakukan identifikasi terhadap potensi yang dimiliki masing-masing desa sebelum menentukan bentuk program pemberdayaan.
“Adik-adik itu selama tiga bulan mengidentifikasi potensi desa. Mereka melihat ada potensi kopi, ada potensi penguatan ekonomi masyarakat, dan mereka punya inovasi-inovasi yang ada di Desa Tanah Wulan,” ujar Anisatul.
Menurutnya, terpilihnya dua desa tersebut sebagai lokus PPK Ormawa merupakan bagian dari proses pemetaan yang dilakukan perguruan tinggi. Pemilihan tidak semata-mata berdasarkan potensi sumber daya, tetapi juga mempertimbangkan kebutuhan pemberdayaan masyarakat.
“Banyak perspektif yang dilihat. Jadi terkait dengan potensi desanya sekaligus juga apa yang bisa dikembangkan,” jelasnya.
Anisatul menilai pendekatan tersebut penting karena program pemberdayaan tidak cukup hanya melihat apa yang dimiliki sebuah desa. Potensi tersebut harus dipertemukan dengan kebutuhan masyarakat dan peluang pengembangannya.
Di Desa Tanah Wulan, misalnya, mahasiswa melakukan pendampingan masyarakat dalam pengembangan sekaligus penguatan sistem informasi yang berkaitan dengan desa hutan.
Inovasi tersebut diberi nama SIPETRA, kependekan dari sistem informasi terpadu untuk desa hutan.
Menurut Anisatul, inovasi seperti SIPETRA diharapkan dapat menjadi bagian dari penguatan pemberdayaan masyarakat sehingga potensi desa tidak berhenti pada kegiatan jangka pendek.
Kedua desa tersebut kini mendapatkan kesempatan untuk mempresentasikan hasil program di tingkat nasional. Tahapan tersebut menjadi peluang bagi program pemberdayaan dari Bondowoso untuk mendapatkan pengakuan lebih luas.
“Ketika mereka nanti berhasil, mereka akan mendapatkan nominasi penghargaan dari pemerintah,” ungkapnya.
Bagi Bapperida, keterlibatan mahasiswa dalam PPK Ormawa juga dapat menjadi bagian dari penguatan ekosistem inovasi daerah. Perguruan tinggi tidak hanya menjadi ruang akademik, tetapi dapat ikut membantu pemerintah dan masyarakat menemukan model pemberdayaan yang sesuai dengan karakter masing-masing desa.
Potensi kopi, penguatan ekonomi masyarakat, hingga sistem informasi desa hutan menjadi contoh bahwa pembangunan desa dapat dikembangkan melalui kolaborasi antara masyarakat, mahasiswa, perguruan tinggi, dan pemerintah daerah.











