BONDOWOSO, RADAR INDONESIA. COM – Pemilihan kepala desa (Pilkades) Padasan, Kecamatan Pujer, Bondowoso, mulai memasuki babak penentuan. Dari empat kandidat yang semula muncul, hanya tiga calon yang dinyatakan memenuhi ketentuan untuk mengikuti proses pemiliha
Dari total 108 pemilih yang disepakati dalam musyawarah, sebanyak 102 orang hadir dalam proses pemilihan
Di tengah proses tersebut, Camat Pujer Zulfikar memberikan penegasan keras. Ia meminta pemilihan kepala desa benar-benar berjalan sesuai aturan dan bebas dari intervensi pihak mana pu
“Yang paling utama bagi saya, pemilihan ini adalah pemilihan demokrasi, murni. Tidak ada titipan, tidak ada tendensi, tidak ada permainan. Semuanya sesuai dengan aturan yang ada,” tegas Zulfikar
Pernyataan tersebut menjadi penting di tengah munculnya pertanyaan mengenai kemungkinan adanya kepentingan atau titipan dari pihak tertentu dalam proses pemiliha
Zulfikar mengaku tidak mengetahui jika ada pihak tertentu yang menitipkan kepentingan dalam pemilihan tersebut. Namun, ia menegaskan tidak ingin demokrasi di Desa Padasan tercoreng oleh praktik di luar mekanisme resmi
“Saya selaku Camat Pujer tidak menginginkan demokrasi ini ternodai,” ujarnya
Camat Pujer juga berharap siapapun yang nantinya terpilih tidak hanya memenangkan pemilihan, tetapi mampu membawa perubahan nyata bagi desa
Program kerja kepala desa terpilih, kata dia, harus menjadi program unggulan yang mampu membawa Desa Padasan lebih baik dan tidak mengulang persoalan pada periode sebelumnya
“Harapan saya tentunya siapapun yang terpilih, ini bisa membawa desa lebih baik. Program-program yang akan dijadikan acuan menjadi program unggulan desa,” katanya
Sementara itu, Pj Kepala Desa Padasan Mujiono meminta seluruh kandidat maupun pendukungnya tidak menjadikan perbedaan pilihan sebagai alasan untuk memutus hubungan sosial di tengah masyarakat
Mujiono mengaku bersyukur proses musyawarah desa dapat terlaksana. Ia menekankan bahwa kemenangan dalam pemilihan bukanlah akhir dari tanggung jawab, melainkan awal untuk membangun desa bersama
“Siapapun yang ditentukan hari ini menang, jangan lupa tetap menjaga persaudaraan, silaturahmi, saling koordinasi, serta menjaga keamanan dan kedamaian,” ujar Mujiono
Pesan tersebut sekaligus menjadi ujian bagi demokrasi di tingkat desa. Sebab, setelah suara dihitung dan pemenang ditetapkan, seluruh kandidat dituntut kembali menempatkan kepentingan masyarakat di atas kepentingan kelompok maupun pendukung masing-masing
Kini, publik Desa Padasan menunggu apakah pemimpin yang terpilih nantinya benar-benar mampu membuktikan janji perubahan, atau justru mengulang persoalan yang selama ini menjadi sorotan.











