BONDOWOSO, RADAR INDONESIA.COM – Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Tamanan bersama Lembaga Konsultasi Bantuan Hukum (LKBH) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Bondowoso menggelar pelatihan Sekolah Ramah Anak di Aula PGRI Kecamatan Tamanan, Sabtu (10/10/2026).
Kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman tenaga pendidik dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan serta kekerasan terhadap anak.
Pelatihan tersebut menghadirkan Dr. Laily Abida, psikolog klinis sekaligus Ketua LKP3A Fatayat NU Bondowoso, sebagai narasumber.
Kegiatan ini mendapat dukungan PGRI Kecamatan Tamanan dan Pemerintah Kecamatan Tamanan sebagai bagian dari upaya mendorong penerapan prinsip Sekolah Ramah Anak di seluruh lembaga pendidikan di wilayah tersebut.
Ketua K3S Kecamatan Tamanan, H. Slamet Budianto, mengatakan kolaborasi dengan berbagai pihak diperlukan agar konsep Sekolah Ramah Anak tidak berhenti pada pemahaman, tetapi dapat diterapkan secara nyata dalam kegiatan pendidikan sehari-hari.
“Langkah kolaboratif ini sengaja kami ambil agar pemahaman mengenai Sekolah Ramah Anak bisa diimplementasikan secara menyeluruh dan tepat sasaran,” ujar H. Slamet.
Menurutnya, penerapan Sekolah Ramah Anak merupakan bagian dari upaya mengubah paradigma pendidikan menjadi lebih humanis. Sekolah harus menjadi tempat yang memberikan rasa aman kepada siswa, bukan lingkungan yang menimbulkan ketakutan akibat perundungan, kekerasan, ataupun perlakuan diskriminatif.
Ia menegaskan, sekolah idealnya menjadi rumah kedua bagi peserta didik, dengan lingkungan yang aman, bersih, sehat, dan asri. Dengan demikian, siswa dapat mengikuti proses pembelajaran secara nyaman sekaligus mengembangkan potensi akademik dan karakter mereka.
“Tujuan akhirnya adalah memastikan hak-hak anak dilindungi secara penuh selama mereka berada di lingkungan sekolah. Kita ingin menciptakan ekosistem pendidikan yang bebas dari segala bentuk perundungan, kekerasan fisik maupun verbal, serta diskriminasi,” katanya.
Sementara itu, kehadiran Dr. Laily Abida diharapkan dapat memberikan pemahaman mengenai aspek psikologis anak, termasuk pentingnya membangun pola interaksi yang sehat antara guru dan siswa serta menciptakan suasana belajar yang mendukung tumbuh kembang anak.
Melalui pelatihan ini, K3S Kecamatan Tamanan bersama LKBH PGRI Kabupaten Bondowoso berharap seluruh lembaga pendidikan semakin siap menerapkan prinsip Sekolah Ramah Anak secara konsisten.
Sinergi antara sekolah, organisasi profesi, dan pemerintah kecamatan diharapkan dapat memperkuat perlindungan anak sekaligus mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman dan mendukung perkembangan peserta didik.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso Taufan Retuanto, Kepala Kecamatan Tamanan, Abdul Mufid dan ketua PGRI Kabupaten Bondowoso.





