Abah Anwar Berikan Klarifikasi, Penyebab Keracunan Masal yang Terjadi Karena Susu Kedelai Yang di Datangkan Dari Luar Dapur MBG

Radar Indonesia

Bondowoso, RADAR-INDONESIA.COM – Keracunan massal Makan Bergizi Gratis di Sumberwringin, Kabupaten Bondowoso yang di kelola yayasan Al hidayah 3 keracunan tersebut diduga disebabkan oleh susu kedelai milik salah satu UMKM setempat, dan kini mulai menemukan titik terang.

Mitra SPPG Al Hidayah 3 Reces Desa Rejogung, Kecamatan Sumberwringin, Angwar, menjelaskan ini semua terjadi karena adanya miskomunikasi antar-petugas sehingga menyebabkan susu kedelai masuk ke dapur, tanpa sepengetahuan dan tanpa konfirmasi resmi kepada saya selaku mitra SPPG, akhirnya didistribusikan dan dikonsumsi siswa yang kemudian mengalami gejala keracunan

Angwar, akhirnya memberikan penjelasan atas kasus dugaan keracunan massal yang menimpa 77 siswa di wilayah tersebut, Kamis (4/12/2025), ia menegaskan, susu kedelai yang diminum para siswa dibeli tanpa sepengetahuan mitra dan tidak melalui prosedur pembelanjaan yang seharusnya.

“Sangat benar sekali. Susu itu dibeli tanpa memberitahu mitra, tanpa konfirmasi. Biasanya ada konfirmasi dulu ke bagian belanja. Tapi kemarin tahu-tahunya susu kedelai sudah datang dan masuk ke dapur,” ujarnya.

Menurutnya, susu kedelai tersebut langsung diminum sejumlah siswa tanpa didahului makanan yang cukup, sehingga mereka mengalami reaksi muntah dalam waktu singkat.

“Setelah saya tanya langsung sama pasien anak yang terindikasi keracunan karena susu tersebut mengatakan, “iya pak saya sebelum sarapan langsung minum susu kedelai itu, bahkan sampe ada yang minum 3 sampai 4 botol punya temen yang tidak diminum.

Angwar menegaskan, dalam juknis operasional, mitra seharusnya bertugas melakukan pembelanjaan sekaligus pengawasan kualitas. Namun pada insiden ini, peran tersebut bergeser tanpa pemberitahuan.

“Ini kemarin malah kembali. Mitra hanya menunggu, yang belanja justru kepala SPPG. Padahal selama ini sudah berjalan lancar, mitra menjaga kualitas, sekolah juga nyaman,” jelasnya.

Baca juga
Forkopimda Situbondo Pantau Pergeseran Logistik Pemilu 2024 Menuju PPS

Ia menambahkan bahwa banyak sekolah sebelumnya bahkan membuat pernyataan resmi agar tidak dipindahkan ke dapur lain karena kenyamanan pelayanan dari dapur MBG miliknya.

“Ada sekitar 15 sekolah yang membuat pernyataan, dari total 59 sekolah dengan sekitar 3.400 siswa dari KB, TK, SD, SMP hingga SMK,” ujar Angwar saat dikonfirmasi di SPPG.

Terkait kondisi siswa yang sempat menjalani tindakan medis, Angwar memastikan bahwa semuanya telah membaik. Bahkan, dirinya mendatangi rumah korban untuk memastikan langsung kondisinya.

“Sudah ditangani. Ada yang sudah kembali sekolah, ada yang tadi masih didampingi guru. Semua membaik,” tambahnya.

Menanggapi sikap keluarga siswa, Angwar menyebut tidak ada yang menyalahkan dapur SPPG, karena sumber minuman (susu kedelai) bukan berasal dari dapur produksi.

“kami selaku keluarga korban keracunan susu kedelai tidak menyalahkan dapur, karena susu tersebut bukan buatan langsung dari dapur SPPG supplier dari luar. Jadi bukan dari makanan. Minuman itu juga bukan diproduksi oleh dapur,” tegasnya.

Kasus ini masih dalam penelusuran pihak terkait, sementara pihak SPPG memastikan operasional kembali berjalan dengan pengawasan lebih ketat untuk mencegah insiden serupa terjadi.

Saat ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Bondowoso bersama Dinas terkait masih melakukan uji laboratorium pada makanan dan minuman yang disajikan dalam menu MBG, yang diproduksi oleh SPPG Al Hidayah 3 Desa Rejoagung.

(Rahman)