BONDOWOSO, RADAR INDONESIA.COM – Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen kembali dibuka untuk umum mulai 28 September 2026 setelah ditutup sejak 4 September akibat kebakaran hutan. Pembukaan kembali ini menjadi angin segar bagi pariwisata sekaligus membuka peluang ekonomi yang lebih besar bagi Kabupaten Bondowoso.
Namun, momentum tersebut dinilai tidak cukup hanya disambut dengan kenaikan jumlah kunjungan. Pemerintah daerah dituntut mampu memastikan geliat pariwisata ikut mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan dirasakan langsung oleh masyarakat.
Ketua DPD LPRI Jawa Timur, Derek Frans Keilley, menyambut baik dibukanya kembali kawasan tersebut. Ia berharap pemerintah tidak kehilangan momentum untuk mengoptimalkan potensi ekonomi yang muncul dari aktivitas wisata Ijen.
“Pembukaan kembali Ijen harus menjadi momentum untuk menggerakkan ekonomi masyarakat sekaligus meningkatkan PAD Bondowoso,” ujar Derek.
Menurutnya, efek ekonomi Ijen cukup luas, mulai dari transportasi, kuliner, UMKM, jasa pemandu, penginapan hingga berbagai usaha masyarakat di jalur menuju kawasan wisata.
Karena itu, kontribusi sektor pariwisata perlu dikelola secara terukur dan transparan. Pengawasan terhadap penerimaan maupun aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan pariwisata juga dinilai penting agar potensi yang ada tidak sekadar menjadi angka kunjungan.
“Harus jelas manfaat ekonominya bagi masyarakat dan kontribusinya terhadap PAD. Tata kelolanya juga harus bisa diawasi,” tegasnya.
Jembatan Sentong Harus Digenjot
Di sisi lain, kesiapan infrastruktur menjadi pekerjaan penting seiring kembali dibukanya Ijen. Salah satunya Jembatan Sentong yang dinilai perlu terus dikebut progresnya.
Derek mengatakan percepatan infrastruktur menjadi semakin penting menghadapi momentum libur Natal dan Tahun Baru, ketika mobilitas masyarakat dan wisatawan diperkirakan meningkat.
“Jembatan Sentong memang progresnya harus digenjot lagi, terutama menghadapi momentum tahun baru dan seterusnya,” katanya.
Ia berharap percepatan tersebut tetap memperhatikan kualitas dan keselamatan, sehingga infrastruktur yang dibangun benar-benar mampu mendukung konektivitas masyarakat sekaligus arus wisatawan.
Pembukaan kembali TWA Kawah Ijen sendiri dilakukan setelah BBKSDA Jawa Timur menyatakan penanganan darurat kebakaran telah berakhir dan hasil evaluasi menunjukkan jalur pendakian dapat kembali digunakan.
Pengunjung diwajibkan melakukan pemesanan tiket secara online melalui laman resmi, mengikuti SOP pendakian, membawa perlengkapan dasar seperti senter, masker dan pakaian anti dingin, serta menjaga kebersihan dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.
Bagi Bondowoso, pembukaan kembali Ijen kini menjadi ujian: apakah geliat wisata hanya akan menghasilkan keramaian, atau benar-benar mampu menggerakkan ekonomi, menambah PAD, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.











