Ribuan Kelompok Tani di Bondowoso Nikmati Bantuan, Pertanian Makin Kuat Lewat Sinergi Perhutani dan Kementan

Radar Indonesia

BONDOWOSO, http://RadarIndonesia.com – Pemerintah Kabupaten Bondowoso terus memperkuat sektor pertanian melalui kolaborasi lintas sektor. Hal itu ditandai dengan Penandatanganan Nota Kesepahaman Bidang Pariwisata, Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Agroforestry bersama Perhutani, serta Penyerahan Paket Bantuan Bidang Pertanian Tahun 2026 yang digelar di Bondowoso, Rabu (8/7/2026).

Kepala Dinas Pertanian Bondowoso, Mulyadi, S.P., M.M., menyampaikan bahwa kerja sama dengan Perhutani menjadi langkah strategis karena sebagian kawasan wisata berada di wilayah Perhutani. Sinergi tersebut juga membuka peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan agroforestry yang terintegrasi dengan sektor pertanian.

Dalam kesempatan itu, Mulyadi memaparkan berbagai capaian program bantuan pertanian yang telah direalisasikan sepanjang semester pertama tahun 2026.

Untuk program Bantuan Langsung Benih Unggul (BLBU) padi, Dinas Pertanian telah mendistribusikan bantuan kepada 1.015 kelompok tani dengan total luasan 12.610 hektare. Benih yang disalurkan mencapai sekitar 315.250 kilogram, atau setara 25 kilogram per hektare, dan telah tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Bondowoso.

“Distribusi ini baru semester pertama dan akan terus berlanjut hingga akhir tahun sehingga seluruh target penerima dapat terpenuhi,” ujar Mulyadi.

Selain itu, bantuan BLBU jagung juga telah disalurkan kepada 533 kelompok tani dengan cakupan lahan 11.780 hektare. Total benih yang didistribusikan mencapai 176.700 kilogram atau sekitar 15 kilogram per hektare.

Tak hanya benih, pemerintah juga telah menyalurkan berbagai bantuan pestisida hingga akhir Juni 2026. Bantuan tersebut meliputi herbisida, insektisida, fungisida, moluskisida hingga rodentisida yang telah diterima sekitar 888 kelompok tani di berbagai kecamatan.

Menurut Mulyadi, seluruh bantuan tersebut merupakan hasil usulan Pemerintah Kabupaten Bondowoso kepada Kementerian Pertanian yang mendapat persetujuan penuh.

“Alhamdulillah bantuan dari Kementerian Pertanian sudah bisa dirasakan langsung oleh para petani. Ini merupakan hasil perjuangan Bapak Bupati dalam memperjuangkan kebutuhan petani Bondowoso,” katanya.

Baca juga
Sandhya Abhiyana: Dari Senja Menuju Cakrawala, Ratusan Siswa SMAN 1 Tenggarang Siap Menjemput Masa Depan

Pada kesempatan yang sama juga dilakukan penyerahan bantuan cangkul melalui program unggulan BELATI milik Pemerintah Kabupaten Bondowoso kepada petani LMDH yang telah menjalin PKS dengan Perhutani.

Mulyadi berharap bantuan tersebut dapat langsung dimanfaatkan untuk mendukung aktivitas pertanian masyarakat.

Di sektor perkebunan, Bondowoso juga memperoleh program ABP Kopi seluas 1.700 hektare yang mencakup pengembangan kopi Arabika maupun Robusta.

“Seluruh sektor pertanian kini sudah mulai tersentuh bantuan pemerintah. Usulan Bapak Bupati kepada Kementerian Pertanian diterima seratus persen sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ungkapnya.

Sementara di bidang infrastruktur pertanian, Dinas Pertanian segera meresmikan sejumlah bantuan irigasi perpompaan yang telah selesai dibangun. Program tersebut diprioritaskan untuk membantu daerah-daerah yang selama ini mengalami keterbatasan sumber air.

Prestasi Bondowoso di bidang pertanian juga terus mendapat perhatian pemerintah pusat. Mulyadi mengungkapkan, keberhasilan mengembangkan pertanian organik menjadikan Bondowoso sebagai salah satu daerah percontohan nasional.

“Dalam waktu dekat Bondowoso akan menerima kunjungan tiga Wakil Menteri untuk melihat langsung pengembangan pertanian organik yang terus berkembang di daerah ini,” ujarnya.

Tak hanya itu, Kabupaten Bondowoso juga memperoleh program Bongkar Ratoon dan Perluasan Tebu dari Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian seluas 2.352 hektare pada tahun 2026. Hingga akhir Juni, realisasi pengajuannya telah mencapai sekitar 50 persen, sementara sisanya masih menunggu proses penebangan.

Mulyadi optimistis target tersebut dapat diselesaikan hingga akhir tahun. Ia juga berharap capaian rendemen tebu Bondowoso kembali mampu mempertahankan posisi tiga besar nasional, sebagaimana tahun sebelumnya.

“Harapan kami seluruh program ini mampu meningkatkan produktivitas pertanian, memperkuat kesejahteraan petani, serta mewujudkan pertanian Bondowoso yang makmur, maju, dan berkeadilan,” pungkasnya.