BONDOWOSO, RADAR INDONESIA_COM – Semangat olahraga sekaligus upaya melestarikan permainan tradisional mewarnai pembukaan Turnamen Kasti Dandim Cup di lapangan belakang Koramil Prajekan, Kabupaten Bondowoso, Sabtu (22/8/2026).
Turnamen yang digelar dalam rangka memeriahkan HUT TNI ke-81 tersebut resmi dibuka oleh Kasdim 0822 Bondowoso Mayor Inf. Teguh Heri Wignyono.
Dalam sambutannya, Kasdim tidak hanya mendorong peserta untuk tampil maksimal, tetapi juga memberikan penekanan khusus terhadap sportivitas dan keselamatan pemain selama pertandingan.
Menurutnya, kemenangan bukan satu-satunya tujuan dalam sebuah kompetisi. Yang tidak kalah penting adalah bagaimana setiap pemain mampu menjaga sikap, menghormati lawan, serta menciptakan pertandingan yang aman dan kondusif.
“Utamakan keselamatan dalam bertanding. Menang itu penting, tetapi sportivitas dan menjaga hubungan baik antarpemain jauh lebih penting,” pesannya.
Kasdim juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Dinas Kesehatan Bondowoso melalui Puskesmas Prajekan yang turut mendukung aspek kesehatan selama turnamen berlangsung.
Meski fasilitas kesehatan telah disiapkan, seluruh peserta tetap diminta tidak mengabaikan kondisi fisik dan faktor keselamatan selama bertanding.
Lebih dari sekadar kompetisi, Kasdim menilai turnamen kasti memiliki nilai penting dalam menjaga keberadaan olahraga tradisional di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan era digital.
Ia berharap generasi muda tidak hanya akrab dengan olahraga modern, tetapi juga mengenal dan ikut mempertahankan permainan tradisional yang menjadi bagian dari budaya masyarakat.
“Olahraga tradisional harus tetap kita jaga dan lestarikan agar tidak punah di tengah perkembangan zaman,” tegasnya.
Pembukaan Turnamen Dandim Cup turut dihadiri sejumlah personel TNI, di antaranya Letda Abdus Salam dari Unit serta Pelda Widi dari Intel Korem.
Dengan resmi dibukanya turnamen tersebut, Dandim Cup diharapkan mampu menjadi ruang kompetisi yang sehat sekaligus mempererat silaturahmi. Di lapangan, peserta dituntut bertanding dengan semangat, namun tetap menjunjung tinggi sportivitas dan keselamatan.
Turnamen ini sekaligus menjadi pesan bahwa olahraga tradisional masih memiliki tempat di tengah masyarakat dan layak terus diwariskan kepada generasi berikutnya.












