Bondowoso, RADAR INDONESIA.COM – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tamanan 2 Kemirian, Bondowoso, terus menunjukkan komitmen dalam menjaga kualitas dan kebersihan Makan Bergizi Gratis (MBG).
Baik para relawan di dapur maupun diluar dapur, seperti pengantar atau driver menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap saat mendistribusikan makanan ke para penerima manfaat.
Menjamin Standar Sterilitas
Kepala SPPG Tamanan 2 kemirian, Andina, menyatakan bahwa penggunaan APD bagi driver bukan sekadar formalitas, melainkan prosedur tetap (SOP) untuk memastikan rantai distribusi tetap steril.
“Kami menyadari bahwa faktor risiko kontaminasi tidak hanya ada di dapur, tetapi juga saat proses pengantaran. Dengan menggunakan APD, kami menjamin bahwa makanan yang sampai ke tangan siswa tetap higienis, bersih, dan aman dikonsumsi,” ujarnya Andina, Selasa (5/5/2026).
Program Makan Bergizi Gratis ini menyasar ribuan siswa di wilayah Tamanan dan sekitarnya. Mengingat jumlah porsi yang besar, pengawasan terhadap kebersihan personil menjadi kunci utama untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, seperti keracunan makanan atau penurunan kualitas rasa akibat paparan kuman di jalan.
Apresiasi dari Pihak Sekolah
Langkah preventif yang dilakukan SPPG Tamanan 2 kemirian ini mendapat apresiasi positif dari para guru dan orang tua siswa. Mereka merasa lebih tenang melihat proses distribusi yang sangat memperhatikan aspek kesehatan.
“Kami melihat sendiri pengantarnya sangat rapi dan bersih. Ini memberikan rasa aman bagi kami pihak sekolah bahwa program ini memang dikelola secara profesional dan mengutamakan kesehatan anak didik kami,” ungkap salah satu kepala sekolah penerima manfaat.
Komitmen Berkelanjutan
Selain penggunaan APD pada tenaga pengantar, SPPG Tamanan 2 Kemirian juga rutin melakukan sterilisasi pada kendaraan pengangkut dan boks penyimpanan makanan.
Hal ini dilakukan demi mendukung misi besar pemerintah pusat dalam menciptakan generasi emas Indonesia melalui asupan gizi yang berkualitas dan terjamin kebersihannya.
Dengan standar operasional yang ketat ini, SPPG Tamanan 2 Kemirian berharap program MBG manjadi acuan standar pangan gizi bagi masyarakat.(*)













