Jaga Kualitas MBG, Ahli Gizi SPPG Suger Lor Maesan Bondowoso Rutin Edukasi Relawan

Editor Satu

Tim Editor: UbayAliansi Jurnalis Independen Bondowoso

BONDOWOSO, RADAR INDONESIA.COM – Untuk menjaga mutu, kualitas, keamanan, dan kelayakan pangan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Ahli Gizi pada dapur Satuan Pelaksana Program Gizi (SPPG) Suger Lor, Maesan, Bondowoso, secara rutin mengedukasi para relawan.

Kegiatan sosialisasi dan edukasi yang dilakukan Ahli Gizi ini menjadi langkah positif untuk memastikan standar pelayanan dan kualitas menu MBG tetap terjaga dengan baik.

Ahli Gizi SPPG Suger Lor, Maesan,  Aulia Shafira Humaira S.Tr.Gz, menjelaskan, MBG bertujuan untuk meningkatkan status gizi peserta didik, ibu hamil, ibu menyusui, hingga balita, melalui penyajian makanan bergizi yang disesuaikan dengan standar Angka Kecukupan Gizi (AKG) harian.

Oleh karena itu, Ahli Gizi terus memberikan edukasi kepada seluruh relawan dapur SPPG agar betul-betul memahami bagaimana manfaat MBG ini dapat dirasakan secara maksimal oleh penerima manfaat.

“Relawan adalah ujung tombak keberhasilan program ini. Mulai dari bahan makanan diterima, diolah, hingga disajikan ke tangan siswa, semuanya harus melalui prosedur yang benar,” ujar Shafira, Senin (25/5/2026).

Menurutnya, penjamahan makanan yang tidak higienis berisiko menimbulkan masalah kesehatan, padahal tujuan utama program MBG adalah menjaga kesehatan dan pertumbuhan anak-anak.

“Kualitas makanan tidak hanya dinilai dari kandungan gizinya, tetapi juga harus bersih, sehat, dan aman dikonsumsi. Mulai dari mencuci tangan, penggunaan alat pelindung diri, cara mengolah, hingga cara menyimpan dan mengantar makanan, semuanya memiliki aturan dan standar baku. Edukasi ini kami berikan agar seluruh relawan paham dan menerapkannya dengan benar setiap hari,” ungkapnya.

Dalam pemaparannya, ia menjelaskan secara rinci prinsip-prinsip keamanan pangan, meliputi kebersihan diri penjamah, cara mencuci tangan yang benar, penggunaan alat pelindung diri seperti masker dan sarung tangan, hingga pemisahan bahan mentah dan matang agar terhindar dari bakteri atau kuman.

Baca juga
Polres Bondowoso Musnahkan Ribuan Miras dan Puluhan Knalpot Brong

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan ruang pengolahan, peralatan masak, hingga sarana pengangkutan makanan agar kualitas gizi tetap terjaga dan aman dikonsumsi.

Lebih lanjut, Shafira menjelaskan, menu tidak disusun sembarangan. Semua dihitung berdasarkan kebutuhan energi, protein, lemak, karbohidrat, dan serat. Ini penting agar siswa tidak hanya kenyang, tetapi juga mendapatkan asupan gizi yang tepat.

Sementara itu, para relawan terlihat antusias menyimak penjelasan Ahli Gizi. Mereka mencatat hal-hal penting, serta aktif bertanya mengenai kendala yang sering ditemui di lapangan.

Salah satu relawan mengaku sangat terbantu dengan adanya kegiatan ini. Menurutnya, ilmu yang didapatkan akan langsung diterapkan dalam tugas sehari-hari demi kebaikan dan kesehatan anak-anak penerima manfaat MBG.

“Dulu kami hanya mengikuti kebiasaan, sekarang jadi tahu mana cara yang benar dan yang salah. Kami sadar tugas kami berat karena menyangkut kesehatan ribuan siswa. Kami siap menerapkan semua ilmu yang sudah diajarkan,” ungkapnya.

Pihak SPPG Suger Lor Maesan, berkomitmen akan terus mengadakan pembinaan secara berkala agar pemahaman dan keterampilan relawan senantiasa terjaga dan meningkat.

Dengan bekal pemahaman yang lebih baik mengenai penjamahan makanan dan higienitas, para relawan siap menerapkan ilmu tersebut dalam tugas sehari-hari. Hal ini bertujuan agar setiap sajian makanan yang disajikan benar-benar aman, bersih, sehat, dan bernutrisi tinggi.

Langkah ini juga merupakan bentuk tanggung jawab agar Program Makan Bergizi Gratis berjalan sesuai tujuan utama, yakni meningkatkan status gizi, kesehatan, serta kecerdasan generasi muda di wilayah Bondowoso. (*)