Editor: Ubay
BONDOWOSO, RADAR INDONESIA.COM – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Bondowoso menggelar sosialisasi Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di ruang Sabha Bina Praja, Pemkab Bondowoso, Sabtu (1/8/2026).
Kegiatan itu dilaksanakan dalam momentum pengukuhan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bondowoso.
Sosialisasi ini menjadi bagian dari upaya BPJS Kesehatan dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya kepesertaan JKN sekaligus mendorong terwujudnya jaminan kesehatan yang merata dan berkeadilan.
Kepala BPJS Kesehatan Bondowoso, Edi Agus Riyanto, membuka langsung kegiatan sosialisasi tersebut.
Dalam kesempatan itu, Edy mengatakan bahwa BPJS Kesehatan menekankan pentingnya keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam mendukung keberlangsungan Program JKN.
“Salah satunya melalui peran ulama dan tokoh agama yang memiliki kedekatan serta pengaruh kuat di tengah masyarakat,” ujar Edy, usai acara sosialisasi.
Menurutnya, para pengurus MUI, tokoh agama dan tokoh masyarakat diharapkan tidak hanya memahami manfaat dan mekanisme Program JKN, tetapi juga ikut menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat, khususnya kepada jamaah di lingkungan masing-masing.
Peran tersebut dinilai penting agar masyarakat memperoleh informasi yang tepat mengenai kepesertaan, manfaat layanan kesehatan, serta pentingnya menjaga status kepesertaan JKN tetap aktif.
Berdasarkan data BPJS Kesehatan, cakupan kepesertaan JKN di Kabupaten Bondowoso hingga Juli 2026 telah mencapai 97,85 persen, atau sebanyak 780.667 jiwa dari total penduduk sebanyak 797.844 jiwa.
Kepesertaan JKN tersebut mencakup berbagai segmen masyarakat. Mulai dari peserta yang membayar iuran secara mandiri, aparatur sipil negara (ASN), non-ASN, TNI dan Polri, pekerja pada badan usaha, hingga kelompok pensiunan.
Cakupan kepesertaan yang telah mencapai hampir 98 persen tersebut menunjukkan tingginya jangkauan Program JKN di Kabupaten Bondowoso. Meski demikian, upaya memperluas kepesertaan sekaligus memastikan masyarakat memahami hak dan kewajibannya sebagai peserta tetap terus dilakukan.
Karena itu, kata Edy, sinergi antara BPJS Kesehatan, pemerintah daerah, MUI, tokoh agama, tokoh masyarakat hingga pemerintah kecamatan dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat pemahaman masyarakat mengenai jaminan kesehatan.
Melalui keterlibatan ulama dan tokoh agama, informasi mengenai JKN diharapkan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.
Para tokoh tersebut juga diharapkan dapat menjadi agen perubahan dengan menyampaikan informasi yang benar dan mudah dipahami kepada jamaah.
Kegiatan sosialisasi turut dihadiri para camat, pengurus MUI Kabupaten Bondowoso, para tokoh agama dan tokoh masyarakat.
Kolaborasi tersebut diharapkan semakin memperkuat komitmen bersama dalam menghadirkan perlindungan kesehatan yang merata dan berkeadilan, sekaligus memastikan manfaat Program JKN dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat Bondowoso.






