Tiga Pelajar Bondowoso Wakili Jatim di OSN Nasional, Sekolah Kecil Buktikan Bisa Berprestasi

Radar Indonesia

BONDOWOSO, RADAR INDONESIA.COM — Tiga pelajar Kabupaten Bondowoso berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan memastikan diri melaju ke Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2026 tingkat nasional sebagai wakil Jawa Timur.

Ketiga pelajar tersebut secara resmi dilepas oleh Bupati Bondowoso KH. Abdul Hamid Wahid di Pendopo Bagus Asra, Senin (24/8/2026).

Mereka yakni Danish Ifat Rafif Gustatama dari UPTD SPF SDN Kotakulon 1 bidang Matematika, Siti Nur Aisyah Ayu Samroni dari SDN Binakal bidang Matematika, serta Abiyyu Balfaqih Junaidi dari MI At-Taqwa bidang Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).

Capaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi Bondowoso. Dari total 15 peserta yang ditetapkan sebagai nominator OSN nasional dari Jawa Timur, tiga di antaranya berasal dari Bondowoso. Dengan demikian, Bondowoso menyumbang sekitar 20 persen dari total wakil Jawa Timur.

Bupati Bondowoso KH. Abdul Hamid Wahid mengapresiasi capaian tersebut. Menurutnya, prestasi para pelajar harus menjadi perhatian dan didukung bersama sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Bondowoso.

“Dari 15 nominator OSN nasional dari Jawa Timur, Bondowoso bisa mengambil porsi tiga. Artinya, 20 persen dari Jawa Timur berasal dari Bondowoso. Ini satu prestasi yang harus kita dukung dan kita dorong bersama,” ujar Bupati.

Ia berharap ketiga pelajar tersebut mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya saat mengikuti kompetisi tingkat nasional sekaligus membawa nama baik Bondowoso dan Jawa Timur.

“Semoga mereka dapat memperjuangkan, terus membuktikan, dan berprestasi di tingkat nasional,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Bondowoso Taufan Restuanto menjelaskan, proses seleksi sebelumnya dilakukan secara daring. Setelah hasil seleksi tingkat provinsi diumumkan, para peserta langsung dipersiapkan untuk menghadapi tahapan selanjutnya di Surabaya.

Menurut Taufan, pembekalan diberikan dengan menyesuaikan karakteristik tes pada masing-masing bidang. Peserta Matematika akan menghadapi tes teori dan eksplorasi, sedangkan bidang IPS mencakup tes teori dan presentasi.

Baca juga
Kadisdik Bondowoso Bantah Isu Diskualifikasi OSN, Penundaan Seleksi Berlaku Nasional

“Pengumuman baru minggu kemarin, kemudian langsung dipersiapkan oleh provinsi. Anak-anak sudah kami kirim ke Surabaya. Setelah itu, kami melakukan persiapan dan bimbingan,” jelas Taufan.

Ia optimistis ketiga peserta mampu memberikan hasil terbaik. Namun, persaingan di tingkat nasional tentu membutuhkan kesiapan mental, penguasaan materi, serta dukungan dari berbagai pihak.

Taufan juga menyoroti keberhasilan Siti Nur Aisyah Ayu Samroni dari SDN Binakal. Menurutnya, prestasi tersebut membuktikan bahwa sekolah dengan jumlah siswa yang relatif sedikit tetap mampu bersaing dan menghasilkan prestasi di tingkat nasional.

“Sekolah kecil bisa, apalagi sekolah yang besar. SDN Binakal membuktikan bahwa keterbatasan jumlah murid bukan hambatan, tetapi justru bisa menjadi peluang. Dengan kegigihan dan semangat yang luar biasa dari pembimbing dan kepala sekolah, prestasi bisa diraih,” ungkapnya.

Ia berharap keberhasilan tersebut dapat menjadi motivasi bagi sekolah lain di Bondowoso agar tidak menjadikan jumlah siswa sebagai ukuran kemampuan untuk berprestasi.

“Semoga ini menjadi contoh bagi yang lain. Tidak menjamin sekolah kecil tidak bisa berprestasi, dan sekolah besar pun harus terus berusaha,” pungkasnya.

Keberhasilan tiga pelajar tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa potensi akademik siswa Bondowoso mampu bersaing di tingkat provinsi. Kini, tantangan berikutnya adalah memberikan pendampingan secara maksimal agar ketiganya mampu tampil optimal dan mengharumkan nama Bondowoso serta Jawa Timur di ajang OSN Nasional 2026.