Tulungagung ,RADAR_INDONESIA.COM Untuk memperingati HUT RI ke – 81 Desa Gedangsewu Tulungagung menggelar acara karnaval tahunan yang merupakan acara paling ditunggu oleh warga masyarakat desa. Agenda ini menjadi simbol persatuan dan kebersamaan warga desa yang selalu menjaga nilai gotong royong. Ribuan warga desa hingga desa-desa sebelah telah memadati jalan-jalan desa untuk menyaksikan gelar budaya pada acara karnaval yang dimulai dari jam 3 sore hingga jam 12 malam. Sabtu, 22/08/2026.
Atmosfer yang tercipta begitu meriah, selain sebagai ajang hiburan, tetapi juga sebagai simbol persatuan dan rasa gotong royong warga desa dalam peringatan hari Kemerdekaan.
Antusiasme warga terlihat jelas dari kreativitas yang ditampilkan dalam acara karnaval tersebut. Berbagai replika unik yang disuguhkan oleh peserta pawai dari berbagai elemen lembaga yang ada di desa, seperti tingkat sekolah dari Paud, TK, SD dan SMK, juga RT, tidak ketinggalan dari pondok MIA SMK NU Tulungagung serta pondok Putri ikut memeriahkan.
Dengan menampilkan berbagai macam seni budaya tradisional, seperti Anoman Obong dan Ogoh-ogoh yang merupakan simbolis acara tiap tahun ditampilkan. Acara ini justru sangat dinikmati warga masyarakat.
Dengan di iringi lantunan musik dari sound sistem berjalan, suasana tambah meriah. Pertunjukan tari reok, jaranan senterewe, tari dadak merak serta ditampilkanya tarik Krecak yang merupakan tarian Simbolis dari pulau Dewata Bali. Dengan kostum warna-warni, dan ornamen megah yang dibuat secara swadaya menunjukkan kekompakan dan dedikasi masyarakat untuk menyukseskan acara.
Kreativitas ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga mengandung pesan edukasi, budaya, dan kebersamaan yang terus diwariskan dari tahun ke tahun. Sejarah karnaval ini cukup panjang, bahkan sudah menjadi identitas Desa Gedangsewu sejak tahun-tahun sebelumnya.
Dukungan dana pun terkumpul dari berbagai pihak, baik dari APBDes maupun swadaya masyarakat, yang menunjukkan besarnya rasa memiliki terhadap acara kebanggaan desa tersebut. Tidak hanya warga setempat, pawai ini juga menarik perhatian masyarakat luar desa yang datang berduyun-duyun untuk menyaksikan dan menikmati kemeriahan suguhan seni budaya yang jarang ditemui di tempat lain.
“Saya sangat haru dan bangga atas kekompakan warga saya dengan partisipasinya dalam memeriahkan acara Karnaval tersebut. Dengan ditampilkan budaya bali seperti tari dadak merak dan tari krecak semoga tetap bisa memegang teguh dan mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa,” kata Lurah Gedangsewu saat diwawancarai media.
Harapan Lurah Gedangsewu yang akrab dengan panggilan Mbah Miswan yaitu “Semoga warga masyarakat tetap menjalin rasa gotong royong yang tinggi demi terlaksananya keadaan kabupaten Tulungagung yang kondusif, aman, dan guyub rukun dalam menjaga kesatuan Negara Republik Indonesia.” jelasnya.
Karnaval Desa Gedangsewu selain menjadi pesta rakyat, tetapi juga membawa dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat. Pedagang lokal mendapat keuntungan dari ramainya pengunjung. Di sisi lain, acara ini juga menjadi sarana promosi wisata lokal, mengangkat nama Desa Gedangsewu sebagai destinasi budaya yang layak dikunjungi.
Dukungan dari pemerintah desa hingga pemerintah kabupaten pun semakin memperkuat posisi karnaval ini sebagai agenda budaya unggulan yang harus terus dilestarikan setiap tahun. Dengan demikian, karnaval ini menjadi ajang perayaan kemerdekaan yang tidak hanya meriah, tetapi juga bermakna. **/ End
