Doa Ibu Mengantar Siswi Smasga Bondowoso ke Paskibraka Nasional

Radar Indonesia

Bondowoso, RADAR INDONESIA.COM — Kebanggaan menyelimuti keluarga dan SMASGA Bondowoso setelah Angelica Theona Putri berhasil terpilih sebagai Paskibraka Nasional. Senin, 24/8/2026

Perjalanan Angelica menuju tingkat nasional berlangsung panjang dan penuh persaingan. Ia mengawali seleksi dari tingkat sekolah, kemudian mengikuti seleksi kabupaten bersama sekitar 150 peserta. Setelah lolos, perjuangan berlanjut ke tingkat Provinsi Jawa Timur hingga akhirnya Angelica terpilih menjadi salah satu dari enam peserta yang mewakili Jawa Timur ke tingkat nasional.

Sang ibu, Antonio Margareta Hararet, mengaku bangga melihat perjuangan putrinya. Ia mengatakan, sejak awal Angelica sempat merasa ragu apakah mampu melewati seluruh tahapan seleksi.

“Awalnya memang sempat ragu, bisa atau tidak. Tapi karena sudah dipilih sekolah, akhirnya dicoba. Ternyata perjuangannya terus berlanjut sampai tingkat provinsi dan akhirnya terpilih ke nasional,” tuturnya.

Menurut Antonio, perjuangan Angelica semakin berat ketika harus bersaing dengan peserta terbaik dari berbagai daerah di Jawa Timur. Bahkan, dalam salah satu tahapan, Angelica harus menjalani penimbangan ulang beberapa kali untuk memastikan data berat badannya sesuai.

Sebagai orang tua, Antonio terus memberikan motivasi kepada putrinya agar menjalani setiap proses dengan sungguh-sungguh.

“Kalau memang rezekimu di sini, ya sudah. Tapi kalau rezekimu lebih, pasti bisa mencapai yang lebih tinggi,” ujarnya.

Bagi Antonio, pencapaian tersebut menjadi buah dari perjuangan panjang putrinya. Ia berharap Angelica mampu memberikan yang terbaik, bukan hanya untuk keluarga, tetapi juga bagi sekolah, daerah, generasi muda, dan Indonesia.

Sementara itu, Angelica mengaku sangat bahagia mendapat kesempatan pertama mewakili daerah hingga tingkat nasional. Baginya, pengalaman tersebut bukan hanya tentang kompetisi, tetapi juga kesempatan mengenal teman-teman dari berbagai daerah di Indonesia.

Baca juga
Undian Pajak Digelar, UPT PPD Bondowoso Beri Apresiasi dan Ajak Warga Taat Bayar Pajak Kendaraan

Ia mengaku berkesan dapat bertemu peserta dari 38 provinsi dengan latar belakang suku, budaya, dan agama yang berbeda. Menurutnya, perbedaan justru menjadi kekuatan untuk membangun persaudaraan.

“Perbedaan bukan berarti menghalangi kami untuk membangun persaudaraan. Justru dari perbedaan itu kami bisa saling mengenal dan belajar bersama,” ungkap Angelica.

Selama sekitar 40 hari menjalani pembinaan, Angelica dan peserta lainnya harus mengikuti jadwal yang sangat padat. Mereka bahkan harus bangun sekitar pukul 03.00 dan menjalani rangkaian kegiatan hingga sekitar pukul 23.00.

Meski menguras tenaga, Angelica menyebut pengalaman tersebut sangat berharga. Selain belajar bersama peserta dari seluruh Indonesia, ia juga mendapat kesempatan bertemu sejumlah tokoh penting serta memperoleh apresiasi sebesar Rp10 juta.