Madas Sedarah Turun Tangan, Maulid Nabi di Ponpes Beddien Jambesari Dikawal Penuh

Radar Indonesia

BONDOWOSO, RADAR INDONESIA.COM – Organisasi Madas Sedarah Bondowoso menunjukkan kepedulian sosial dengan turut mengamankan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Pondok Pesantren Beddien, Kecamatan Jambesari, Bondowoso.

Kehadiran anggota Madas Sedarah di lokasi bukan sekadar menjalankan tugas pengamanan, tetapi menjadi bentuk kepedulian terhadap kegiatan masyarakat, khususnya kegiatan keagamaan.

Ketua DPC Madas Sedarah Bondowoso, M. S. Fauzi, menegaskan bahwa organisasi kemasyarakatan harus mampu hadir dan memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat.

“Kami tidak ingin organisasi hanya terlihat ketika ada kepentingan tertentu. Ketika masyarakat menggelar kegiatan dan membutuhkan bantuan, kami harus hadir. Pengamanan Maulid Nabi ini bagian dari kepedulian kami untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat,” tegas Fauzi.

Menurutnya, semangat membantu masyarakat sejalan dengan nilai-nilai yang diajarkan Nabi Muhammad SAW, yakni membangun persaudaraan, kepedulian, dan menjaga kemaslahatan bersama.

“Bagi kami, ini bukan soal siapa yang paling menonjol. Yang penting kegiatan masyarakat berjalan aman, jamaah nyaman beribadah, dan kebersamaan tetap terjaga,” imbuhnya.

Sementara itu, pengasuh Ponpes Beddien, Ra Ali, menyampaikan apresiasi atas keterlibatan Madas Sedarah dalam membantu pengamanan kegiatan Maulid Nabi.

Ra Ali menilai kehadiran organisasi masyarakat yang mau turun langsung membantu kegiatan keagamaan merupakan bentuk nyata dari semangat gotong royong.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Madas Sedarah yang telah ikut membantu pengamanan kegiatan. Ini menunjukkan bahwa kegiatan keagamaan bukan hanya menjadi tanggung jawab pesantren, tetapi menjadi tanggung jawab kita bersama,” ujar Ra Ali.

Ia berharap kebersamaan tersebut tidak berhenti pada momentum Maulid Nabi saja, tetapi terus berkembang menjadi kepedulian sosial yang dirasakan masyarakat.

“Yang kita bangun adalah kebersamaan. Mudah-mudahan semangat saling membantu ini terus tumbuh, karena masyarakat membutuhkan banyak elemen yang mau hadir dan bergandengan tangan,” katanya.

Baca juga
Perkosa Anak di Bawah Umur dalam Kosan, Seorang Pria di Bondowoso Ditangkap Polisi

Ra Ali sendiri dikenal sebagai pengasuh Ponpes Beddien sekaligus salah satu pengurus PDI Perjuangan (PDI-P) Bondowoso.

Momentum Maulid Nabi di Ponpes Beddien pun menjadi gambaran bahwa pesantren, organisasi masyarakat, dan warga dapat bertemu dalam satu semangat: menjaga kebersamaan dan memberikan manfaat bagi lingkungan.

Bagi Madas Sedarah, pengamanan tersebut menjadi pesan sederhana namun kuat: kepedulian sosial tidak cukup dibicarakan, tetapi harus dibuktikan dengan hadir dan membantu masyarakat.