Aktual dan Tajam
RedaksiIndeks

Pemkab Fasilitasi Gebyar Ekonomi Santri, Momentum Menggerakkan UMKM Berbasis Pesantren

Radar Indonesia
IMG_20261028_205636

BONDOWOSO, RADAR INDONESIA. COM — Dukungan Pemerintah Kabupaten Bondowoso terhadap penyelenggaraan Gebyar Ekonomi Santri (GES) yang diinisiasi Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Bondowoso menjadi momentum untuk memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis pesantren.

Expo yang dibuka di Alun-alun Bondowoso, Rabu malam (28/10/2026), tidak hanya menghadirkan kegiatan pameran, tetapi juga membawa gagasan tentang kemandirian ekonomi santri dan peran pesantren dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Seremoni pembukaan berlangsung meriah dengan penampilan tari Saman dan sholawatan yang dibawakan ratusan siswa-siswi MI At-Taqwa Bondowoso.

Ketua Tanfidziyah PCNU Bondowoso, Dr. KH. Moh. Syaeful Bahar, M.Si., menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Bondowoso, serta  DPRD Bondowoso yang telah memberikan fasilitasi sehingga kegiatan tersebut dapat terselenggara.

Menurutnya, GES merupakan inisiatif untuk memperlihatkan bahwa NU dan kalangan pesantren tidak hanya berperan dalam menjaga nilai-nilai Islam, tetapi juga memiliki potensi untuk menggerakkan kemandirian ekonomi masyarakat.

“Para santri dan pesantren Nahdlatul Ulama tidak hanya pandai menjaga Islam, marwah ulama, dan pesantren. Mereka juga bisa mengajak masyarakat untuk bangkit dan mandiri secara ekonomi,” ujarnya.

Syaeful Bahar menegaskan, Islam tidak hanya mengajarkan umat untuk bersabar menerima keadaan, tetapi juga mendorong ikhtiar dan kebangkitan ekonomi. Karena itu, penguatan ekonomi kerakyatan menjadi salah satu ruang yang perlu mendapat perhatian lebih besar.

Ia berharap GES tidak berhenti sebagai agenda seremonial tahunan. Kegiatan tersebut diharapkan terus berlanjut dan, jika memungkinkan, diperluas hingga ke tingkat kecamatan agar manfaatnya dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.

Dari sisi pemerintah daerah, fasilitasi terhadap GES menjadi bagian penting dalam membuka ruang kolaborasi antara pemerintah, organisasi keagamaan, pesantren, dan pelaku usaha masyarakat.

Namun, keberlanjutan program menjadi hal yang tak kalah penting. Dukungan penyelenggaraan perlu diikuti upaya memperluas akses pasar, memperkuat promosi produk lokal, serta membuka peluang usaha bagi pelaku UMKM yang terlibat dalam ekosistem ekonomi pesantren.

Baca juga
Hajatan Berujung Penyerangan di Pujer, 3 Pemuda Luka Luka Terkena Sabetan dan Tusukan Sajam

Dengan demikian, GES diharapkan tidak hanya menjadi pusat keramaian selama expo berlangsung, tetapi juga mampu mendorong transaksi usaha, memperluas jaringan pemasaran, dan memperkuat kemandirian ekonomi santri maupun masyarakat.

Penyelenggaraan GES pun menjadi momentum bagi sinergi pemerintah daerah dan PCNU Bondowoso untuk membangun ekonomi kerakyatan yang lebih inklusif, dengan pesantren sebagai salah satu penggerak potensialnya.