BONDOWOSO, RADAR INDONESIA.COM– Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid mendorong generasi muda terus mengembangkan potensi dan meningkatkan prestasi melalui kedisiplinan, ketekunan, serta pembinaan berkelanjutan. Namun, dukungan anggaran untuk keikutsertaan siswa dalam kompetisi ekstrakurikuler di luar daerah masih menjadi pekerjaan rumah Dinas Pendidikan (Disdik) setempat.
Bupati Abdul Hamid Wahid sebelumnya menyampaikan apresiasi kepada para peserta dan pelatih yang berhasil meraih prestasi. Ia berharap capaian tersebut tidak berhenti sebagai kebanggaan sesaat, tetapi menjadi pemicu untuk meraih keberhasilan yang lebih tinggi.
Menurut Bupati, anak-anak Bondowoso mampu bersaing dengan daerah lain meskipun wilayahnya dikelilingi perbukitan dan pegunungan. Kondisi geografis, kata dia, bukan penghalang untuk menunjukkan kemampuan dan prestasi.
“Saya berharap prestasi ini tidak menjadi sia-sia. Dapat terus dipertahankan, dapat terus dibina dan naik, serta menjadi motivasi bagi adik-adik kita yang lain untuk berprestasi dalam berbagai bidang,” demikian pesan Bupati dalam sambutannya.
Di sisi lain, Kepala Dinas Pendidikan Bondowoso, Taufan Restuanto, mengungkapkan bahwa pihaknya belum menyediakan anggaran khusus untuk mendukung keikutsertaan siswa dalam kompetisi ekstrakurikuler di luar daerah.
Taufan menjelaskan, kegiatan ekstrakurikuler berada di luar kegiatan kurikuler sehingga pelaksanaannya selama ini lebih banyak melibatkan wali murid dan komite sekolah.
“Dalam struktur kurikulum ini adalah kegiatan di luar kurikuler. Sehingga memang untuk seperti ini sepenuhnya diserahkan kepada wali murid, kepada komite,” ujar Taufan.
Ia mengakui, sejumlah kebutuhan peralatan telah tersedia, meskipun untuk peralatan tertentu sekolah masih harus meminjam. Ia juga mencontohkan keikutsertaan siswa SDN Kutakulon 1 Bondowoso dalam kegiatan di Tulungagung.
Menurut Taufan, kegiatan kompetisi semacam itu cukup banyak, tetapi belum mendapat dukungan anggaran khusus dari Disdik.
“Memang belum menyediakan anggaran untuk hal di luar seperti ini. Yang kita sediakan, ya kalau seperti ini memang belum disediakan,” katanya.
Perlu Sinkronisasi Pembinaan dan Dukungan Anggaran
Pernyataan tersebut menjadi catatan dalam upaya mewujudkan harapan Bupati agar prestasi generasi muda Bondowoso terus meningkat. Dorongan untuk berprestasi membutuhkan dukungan pembinaan yang berkelanjutan, termasuk fasilitas, pendampingan pelatih, dan kesempatan mengikuti kompetisi.
Meski ekstrakurikuler bukan bagian dari kegiatan kurikuler wajib, pengembangan bakat dan minat siswa tetap menjadi bagian penting dalam pendidikan. Karena itu, perlu kejelasan mengenai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap siswa yang memiliki potensi dan berkesempatan membawa nama sekolah maupun Bondowoso dalam kompetisi.
Ketergantungan pada wali murid dan komite juga perlu menjadi bahan evaluasi agar kesempatan berprestasi tidak terkendala kemampuan ekonomi keluarga.
Ke depan, Disdik perlu menjelaskan apakah terdapat skema bantuan lain yang dapat dimanfaatkan sekolah, bagaimana penentuan prioritas pembinaan, serta apakah kebutuhan anggaran kompetisi dapat dipertimbangkan dalam perencanaan program berikutnya.
Dengan demikian, harapan Bupati agar generasi muda Bondowoso mampu bersaing dengan daerah lain dapat diikuti langkah konkret melalui sistem pembinaan yang terarah, berkelanjutan, dan memberi kesempatan lebih merata bagi peserta didik.











