Kepala Perum Bulog Bondowoso, Eko Yudi Miranto bersama Diskoperindag, sidak ke pasar.
Pewarta: Ubay – RADAR INDONESIA
BONDOWOSO, RADAR INDONESIA.COM – Perum BULOG Kantor Cabang Bondowoso bersama Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) memperkuat sinergi untuk menjaga stabilitas harga serta ketersediaan pangan pokok bagi masyarakat di wilayah Bondowoso dan Situbondo.
Guna mengendalikan harga pangan, Pemimpin Cabang Perum BULOG Bondowoso, Eko Yudi Miranto beserta jajaran Diskoperindag melakukan pemantauan langsung ke sejumlah pasar, pada Senin (27/7/2026).
Fokus utama pengecekan adalah memastikan harga komoditas, khususnya minyak goreng rakyat Minyak Kita dan beras medium, tetap terkendali dan sesuai ketentuan berlaku.
Hasil pantauan di lapangan menunjukkan, harga Minyak Kita dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan, yaitu Rp15.700 per liter.
BULOG bersama pemerintah daerah terus memperketat pengawasan ketersediaan dan distribusi agar masyarakat mudah mendapatkan minyak goreng dengan harga terjangkau.
Selain minyak goreng, harga beras medium juga terpantau stabil tanpa kenaikan. Beras SPHP BULOG dapat dibeli masyarakat seharga Rp62.500 per kemasan 5 kilogram atau setara Rp12.500 per kilogram.
Kepala perum Bulog cabang Bondowoso, Eko Yudi Miranto, menegaskan stok beras medium yang dikelola pihaknya saat ini masih sangat mencukupi untuk kebutuhan dua kabupaten tersebut.
“Kami pastikan stok beras medium untuk wilayah kerja Bondowoso dan Situbondo masih sangat aman. Terus menjaga pasokan serta berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar harga tetap stabil dan sesuai ketentuan,” ujar Eko Yudi Miranto, Rabu (29/7/2026).
Masyarakat dapat memperoleh beras SPHP melalui saluran resmi: pasar mitra BULOG, Rumah Pangan Kita (RPK), ritel modern seperti KDS, Murni Mart, dan Roxy Situbondo, maupun datang langsung ke Kantor Perum BULOG Bondowoso.
Kegiatan pemantauan ini merupakan bagian dari upaya pengendalian harga, kelancaran distribusi, serta pendataan perkembangan harga pasar melalui Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP).
Melalui kerja sama lintas pihak ini, stabilitas dan ketersediaan pangan pokok diharapkan tetap terjaga sehingga masyarakat dapat memenuhi kebutuhan dengan mudah dan harga terjangkau.







