BONDOWOSO, RADAR INDONESIA.COM – Koordinator tim acara Bondowoso Digital Days (BDD) 2026, Santi, menyampaikan permohonan maaf secara terbuka atas kelalaian dalam penyusunan dan pengawasan rundown acara yang digelar pada Sabtu (25/7/2026).
Permintaan maaf itu disampaikan setelah penampilan DJ yang disertai tarian bernuansa erotis menuai kritik dan dinilai mencoreng citra kegiatan yang merupakan agenda Pemerintah Kabupaten Bondowoso.
Santi mengakui terdapat kekurangan dalam proses penyusunan hingga pelaksanaan rundown acara, sehingga muncul penampilan yang dinilai tidak sejalan dengan norma agama, budaya, dan nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh masyarakat Bondowoso.
“Kami selaku koordinator tim acara Bondowoso Digital Days 2026 menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Bondowoso, Pemerintah Kabupaten Bondowoso, serta semua pihak yang merasa kecewa atas kelalaian kami dalam penyusunan dan pelaksanaan rundown acara,” ujarnya.
Ia menyatakan, penampilan DJ dengan tarian yang dinilai erotis pada Sabtu malam menjadi evaluasi serius bagi panitia. Menurutnya, kejadian tersebut tidak mencerminkan tujuan penyelenggaraan Bondowoso Digital Days yang diharapkan menjadi ajang promosi ekonomi digital, UMKM, dan kreativitas masyarakat.
Santi menegaskan, ke depan panitia akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme seleksi pengisi acara, penyusunan rundown, hingga pengawasan di lapangan agar seluruh rangkaian kegiatan tetap selaras dengan norma agama, etika, budaya lokal, dan kebijakan Pemerintah Kabupaten Bondowoso.
“Kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi kami. Ke depan kami akan lebih berhati-hati dan memastikan setiap konsep acara memperhatikan norma-norma yang dijunjung oleh Pemerintah Kabupaten Bondowoso dan masyarakat,” katanya.
Permohonan maaf tersebut disampaikan sebagai bentuk tanggung jawab moral panitia atas polemik yang muncul, sekaligus sebagai komitmen agar pelaksanaan kegiatan serupa di masa mendatang tidak kembali menimbulkan kontroversi.












