BONDOWOSO, RADAR INDONESIA.COM – Pelaku usaha perhotelan dan pariwisata di Kabupaten Bondowoso mendorong penguatan berbagai sektor pendukung wisata agar kunjungan wisatawan dari luar daerah maupun lokal semakin meningkat.
Hal tersebut disampaikan Derek Frans Keiley, Pemilik Hotel dan Resto Panorama 18 sekaligus Ketua DPD LPRI Jawa Timur, dalam rapat koordinasi yang diikuti sekitar 21 pelaku usaha perhotelan di Bondowoso.
Menurut Derek, pengembangan pariwisata tidak cukup hanya mengandalkan destinasi. Akses, kemudahan perizinan, promosi hingga keterhubungan antara destinasi dan pelaku usaha juga perlu diperkuat.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah percepatan pembangunan Jembatan Sentong. Derek berharap pembangunan tersebut dapat dipercepat sehingga pada momentum pergantian tahun, jembatan sudah bisa dimanfaatkan masyarakat.
“Perlu dipercepat Jembatan Sentong supaya di pergantian tahun bisa dimanfaatkan oleh masyarakat, baik dari luar maupun lokal yang akan berkunjung ke wisata yang ada di Bondowoso,” ujar Derek.
Menurutnya, akses yang semakin baik akan memberikan kemudahan bagi wisatawan untuk menjangkau berbagai destinasi wisata di Bondowoso. Hal itu juga diharapkan berdampak terhadap tingkat hunian hotel, restoran serta aktivitas UMKM.
LPRI Dorong Ijen Kembali Dibuka
Dalam forum tersebut, LPRI juga meminta Komisi II DPRD Bondowoso ikut mendorong agar wisata Ijen yang saat ini ditutup dapat kembali dibuka dengan tetap memperhatikan ketentuan dan aspek keselamatan.
Derek menilai, Ijen memiliki potensi besar untuk mendatangkan wisatawan dari luar daerah.
“Seandainya wisata di Ijen dibuka, akan menambah tamu-tamu dari luar dan menarik mereka untuk menginap di hotel serta restoran,” katanya.
Menurutnya, meningkatnya kunjungan wisatawan akan menciptakan efek berantai terhadap perekonomian masyarakat, mulai dari hotel, restoran, UMKM, transportasi hingga usaha pendukung lainnya.
Agen Travel Perlu Diperbanyak
Selain akses jalan dan destinasi, Derek juga mendorong agar agen-agen travel diperbanyak dan dilibatkan dalam pengembangan pariwisata Bondowoso.
Keberadaan agen travel dinilai penting untuk menghubungkan destinasi wisata Bondowoso dengan wisatawan dari luar daerah. Agen travel dapat membantu membuat paket perjalanan, mengatur transportasi hingga memperkenalkan berbagai destinasi yang ada di Bondowoso.
Dengan demikian, wisatawan tidak hanya datang ke satu destinasi, tetapi dapat diarahkan mengunjungi sejumlah objek wisata sekaligus menginap di hotel dan menikmati kuliner lokal.
Perizinan Event Dipermudah
Derek juga meminta pemerintah daerah memberikan kemudahan dalam proses perizinan kegiatan dan event wisata.
Menurutnya, event dari luar daerah berpotensi mendatangkan banyak orang sekaligus menggerakkan perekonomian lokal.
“Perizinan untuk kegiatan maupun event wisata dipermudah sehingga pelaku-pelaku yang akan mengadakan event dari luar tertarik di Bondowoso,” jelasnya.
Event tersebut, lanjut dia, tidak hanya memberikan manfaat bagi penyelenggara, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi UMKM, hotel, restoran dan pelaku usaha lainnya. Bahkan aktivitas tersebut berpotensi memberikan kontribusi terhadap PAD melalui retribusi maupun penjualan tiket.
Dorong Wadah PHRI di Bondowoso
Derek juga menilai Bondowoso membutuhkan wadah yang dapat menaungi pelaku usaha hotel dan restoran. Ia menyebut hingga kini belum ada PHRI di Kabupaten Bondowoso.
Menurutnya, keberadaan PHRI penting untuk memfasilitasi pelaku perhotelan dan restoran, sekaligus membangun komunikasi dengan jaringan PHRI di berbagai daerah di Jawa Timur hingga tingkat nasional.
“Ini penting karena bisa mewadahi dan memfasilitasi kekurangan para pelaku perhotelan, restoran dan lainnya,” tuturnya.
Derek berharap pemerintah daerah, pelaku usaha dan organisasi terkait dapat membangun kolaborasi untuk memperkuat ekosistem pariwisata Bondowoso.
Mulai dari membuka kembali destinasi unggulan, mempercepat infrastruktur seperti Jembatan Sentong, memperbanyak agen travel, mempermudah perizinan event hingga membangun wadah pelaku usaha, seluruhnya dinilai saling berkaitan dalam mendatangkan wisatawan dan menggerakkan ekonomi daerah.
“Bagaimana caranya pemerintah bisa menangani sehingga ekonomi, khususnya sektor pariwisata Bondowoso, gairahnya bisa hidup,” pungkas Derek.












