Asisten Lapangan Dapur SPPG Tamanan 2 Kemirian, Miftahul Hamdi, bersama dua siswi SDN Kemirian 1, Kecamatan Tamanan.
BONDOWOSO, RADAR INDONESIA.COM – Tak hanya makanan bergizi gratis (MBG) yang memberikan manfaat bagi siswa, tali rafia yang digunakan untuk mengikat ompreng MBG juga dimanfaatkan menjadi barang berguna.
Kreativitas itu ditunjukkan siswa SDN Kemirian 1, Kecamatan Tamanan, Bondowoso, dengan menyulap tali rafia bekas tersebut menjadi kemoceng untuk membersihkan debu di lingkungan sekolah.
Tali rafia yang sebelumnya berpotensi menjadi limbah setelah ompreng MBG digunakan, dikumpulkan dan dimanfaatkan kembali oleh para siswa.
Dengan kreativitas sederhana, tali tersebut diolah menjadi alat pembersih yang dapat digunakan untuk membersihkan berbagai perabotan dan fasilitas di ruang sekolah.
Kepala SDN Kemirian 1 Tamanan, Slamet Budianto, mengapresiasi kreativitas para siswanya.
Menurut Slamet, kegiatan tersebut menunjukkan bahwa siswa tidak hanya mampu menerima manfaat dari program MBG, tetapi juga memiliki kepedulian untuk memanfaatkan barang bekas menjadi sesuatu yang bernilai guna.
“Saya sangat bangga dan mengapresiasi kreativitas anak-anak. Mereka mampu melihat barang yang sudah tidak terpakai bukan sekadar sebagai sampah, tetapi bisa dimanfaatkan kembali menjadi sesuatu yang berguna seperti kemoceng,” ujar Slamet, Selasa (11/8/2026).
Slamet mengungkapkan, kreativitas semacam itu penting terus dikembangkan di lingkungan sekolah.
Selain menghasilkan barang yang bermanfaat, kegiatan tersebut juga dapat menumbuhkan kepedulian siswa terhadap kebersihan serta mengajarkan mereka untuk tidak mudah membuang barang yang masih dapat digunakan.
“Ini menjadi pembelajaran yang baik bagi anak-anak. Mereka belajar kreatif, peduli terhadap lingkungan, sekaligus memahami bahwa barang bekas pun masih memiliki nilai manfaat apabila dikelola dengan baik,” katanya.
Sementara itu, Asisten Lapangan (Aslap) Dapur SPPG Tamanan 2 Kemirian, Miftahul Hamdi, menilai kreativitas siswa tersebut menjadi contoh bahwa manfaat program MBG tidak berhenti pada makanan yang dikonsumsi penerima manfaat.
“Tak hanya MBG yang bermanfaat bagi siswa. Tali ompreng pun bisa menjadi sesuatu yang berguna ketika berada di tangan anak-anak yang kreatif. Apa yang dilakukan siswa SDN Kemirian 1 ini menjadi contoh sederhana bagaimana barang bekas bisa dimanfaatkan kembali,” ungkapnya.
Miftah mengatakan, pemanfaatan tali ompreng tersebut juga menunjukkan adanya nilai edukasi dari lingkungan sekitar program MBG.
Barang yang sebelumnya dianggap tidak terpakai dapat diolah menjadi alat yang mendukung kebersihan sekolah.
“Pada hakikatnya, program MBG hadir untuk memberikan manfaat kepada masyarakat, terutama dalam memenuhi kebutuhan gizi para siswa,” ujarnya.
Miftah menambahkan, kreativitas anak-anak ini justru memperlihatkan bahwa manfaat itu bisa berkembang menjadi hal positif lainnya, termasuk kepedulian terhadap kebersihan dan pemanfaatan barang bekas.
Ia berharap kreativitas siswa tersebut dapat terus tumbuh dan menjadi kebiasaan positif.
Dengan begitu, program MBG tidak hanya menghadirkan asupan gizi bagi generasi penerus bangsa, tetapi juga dapat memunculkan berbagai kegiatan kreatif dan edukatif di lingkungan sekolah.






