Lomba Mancing HUT ke-81 RI Jadi Pemantik PAD Bondowoso, Disnakan Dorong Sponsor dan Investasi Pihak Ketiga

Radar Indonesia

Dinas Peternakan dan Perikanan Bondowoso gelar lomba mancing dalam rangka memperingati HUT ke-81 RI, Selasa (11/8/2026).

Pewarta; Yuniar

 

BONDOWOSO, RADAR INDONESIA.COM – Agenda lomba mancing dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang diadakan oleh Dinas Peternakan dan Perikanan Bondowoso tidak sekadar menjadi kegiatan hiburan masyarakat. Pemerintah daerah mulai melihat potensi tersebut sebagai salah satu pintu masuk untuk menggerakkan ekonomi sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Selasa, 11/8/2026

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Bondowoso, Hendri Widotono, mengatakan kegiatan lomba mancing tingkat kabupaten tersebut menjadi momentum untuk mengembangkan agenda serupa secara lebih besar.

Menurutnya, antusiasme masyarakat terhadap lomba mancing cukup tinggi. Bahkan, setelah kegiatan dalam rangka HUT RI ke-81 ini, pihaknya berencana mendorong pelaksanaan lomba kembali pada Oktober mendatang.

“Banyak sekali permintaan dari masyarakat. Jadi kemungkinan bulan Oktober kita adakan lagi,” ujar Hendri.

Dalam pelaksanaan lomba tersebut, panitia menyiapkan ikan dengan jumlah yang cukup besar, di antaranya sekitar 100 kilogram ikan lele dan 50 kilogram ikan nila.

Menariknya, kegiatan perdana tersebut disebut tidak menggunakan APBD sebagai sumber pembiayaan utama. Anggaran pemerintah, kata Hendri, lebih diarahkan sebagai stimulan awal, sementara keberlanjutan kegiatan diharapkan dapat menggandeng pihak ketiga.

“Tidak pakai APBD. Pertama kali sebagai stimulan. Misalkan nanti Rp10 juta atau Rp15 juta, selanjutnya silakan lomba dengan teman-teman sponsor yang lainnya,” jelasnya.

Skema tersebut membuka peluang bagi dunia usaha untuk ikut terlibat dalam kegiatan yang memiliki basis massa cukup besar. Tidak hanya sponsor lokal, pihak ketiga dari luar Bondowoso pun dipersilakan berinvestasi dan berkolaborasi.

“Pihak ketiga bisa dari dalam dan luar Bondowoso, yang penting berinvestasi di Bondowoso,” tegas Hendri.

Baca juga
Langkah Strategis TNI AD di Bondowoso, Pangdam Cek Progres Persiapan Yonif TP

Namun, rencana tersebut juga menimbulkan pertanyaan penting: sejauh mana lomba mancing benar-benar mampu memberikan kontribusi terhadap PAD dan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata?

Jika pemerintah serius menjadikannya sebagai agenda ekonomi daerah, diperlukan konsep yang lebih terukur, mulai dari mekanisme sponsor, potensi retribusi atau pendapatan daerah yang sah, dampak terhadap UMKM, hingga perputaran ekonomi yang dihasilkan selama kegiatan.

Lomba mancing juga berpotensi dikembangkan menjadi agenda wisata olahraga (sport tourism) apabila dikemas secara konsisten dan profesional.

Dengan demikian, target peningkatan PAD yang diwacanakan pemerintah tidak hanya bergantung pada besaran anggaran stimulan, tetapi pada kemampuan pemerintah membangun ekosistem kegiatan yang mampu menarik sponsor, peserta dari luar daerah, pelaku UMKM, hingga investor.

Pertanyaannya, apakah lomba mancing Oktober nanti akan benar-benar menjadi pintu masuk investasi dan PAD baru bagi Bondowoso, atau hanya berhenti sebagai agenda hiburan masyarakat?