Ujaran Kebencian Kian Marak, Pendeta Kristyanti Serukan Iman yang Menghadirkan Kasih

Radar Indonesia

Bondowoso, http://RadarIndonesia.com – Di tengah maraknya krisis kepercayaan ditengah masyarakat dan derasnya arus ujaran kebencian di media sosial, umat beragama diajak untuk tidak sekadar mengaku beriman, tetapi membuktikannya melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Pesan itu disampaikan Pendeta Kristyanti Retno Wahyuni dalam Ibadah Padang Jemaat Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) yang digelar di kawasan PPG Garahan, Selasa (16/6/2026).

Menurutnya, tema “Menuai Iman dan Menebar Kasih” bukan sekadar ajakan untuk memperkuat keyakinan secara pribadi, melainkan dorongan agar setiap orang mewujudkan nilai-nilai iman dalam tindakan yang baik, adil, jujur, dan bermanfaat bagi sesama.

“Iman itu tidak berhenti pada percaya, tetapi melakukan apa yang dipercayai. Hal-hal yang baik, benar, adil, jujur, dan berharga itulah yang harus dilakukan. Itulah bagian dari menuai iman, yaitu menghadirkan iman yang nyata dalam kehidupan,” ujar Kristyanti.

Ia menilai, situasi sosial yang penuh tantangan saat ini justru menjadi momentum bagi setiap orang untuk menunjukkan kualitas imannya melalui karya nyata di lingkungan masing-masing.

“Siapa pun dan apa pun profesinya, mari melakukan hal-hal baik. Jika seseorang diberi kepercayaan berada dalam pemerintahan atau memiliki kekuasaan, maka lakukanlah tugas itu sesuai nilai-nilai iman yang diyakini,” tegasnya.

Tak hanya itu, Pendeta Kristyanti juga menyoroti fenomena media sosial yang kerap dipenuhi ujaran kebencian, saling menyerang, hingga perpecahan antarsesama. Ia mengajak masyarakat untuk lebih bijak dan mampu menahan diri sebelum menyampaikan sesuatu yang berpotensi melukai orang lain.

“Kalau kita tidak ingin disakiti, jangan menyakiti hati orang lain. Orang yang beriman adalah orang yang menjaga dirinya untuk tetap melakukan hal-hal baik dan menghindari hal-hal yang buruk,” katanya.

Baca juga
Slamet Gusti Purwanto, S.sos, Berikan Pemaparan Secara Gamblang Saat Pertemuan Evaluasi di Dapur MBG Alhidayah Rejoagung

Ketika disinggung mengenai kondisi Indonesia yang dikenal sebagai negara religius namun masih diwarnai berbagai persoalan sosial seperti diskriminasi, ketidakpedulian, hingga korupsi, Kristyanti mengingatkan bahwa masyarakat perlu terus belajar dan berlatih menjadi pribadi yang sungguh-sungguh beriman.

“Indonesia dikenal sebagai bangsa yang religius. Namun kita masih menghadapi banyak persoalan sosial. Karena itu kita perlu terus belajar dan berlatih agar iman tidak hanya menjadi pengakuan, tetapi benar-benar diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.

Melalui Ibadah Padang tersebut, jemaat diajak tidak hanya mempererat persekutuan, tetapi juga memperkuat komitmen untuk menjadi pribadi yang menghadirkan kasih, kepedulian, dan keteladanan di tengah masyarakat.