Editor: Ubay
BONDOWOSO, RADAR INDONESIA.COM – Kepala Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Wonosuko, Kecamatan Tamanan, Bondowoso, secara rutin menggelar briefing dengan seluruh jajaran relawan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kegiatan ini telah menjadi agenda wajib yang dilaksanakan setiap hari, tepat sebelum operasional pengolahan hingga penyaluran makanan dimulai.
Langkah konsisten ini dilakukan guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari pemilihan bahan baku, proses memasak, pengemasan, hingga pengantaran ke sekolah-sekolah sasaran, berjalan sesuai prosedur dan standar yang telah ditetapkan.
Dalam arahannya, Kepala Dapur SPPG Wonosuko, Izzat Abdi, menekankan dua hal utama yang menjadi fokus utama kegiatan ini, yaitu kedisiplinan kerja bagi seluruh tim dan terjaganya kualitas gizi makanan yang disajikan.
“Kegiatan briefing rutin ini bukan sekadar seremonial atau rutinitas biasa, melainkan bentuk evaluasi sekaligus penguatan pemahaman bagi seluruh relawan,” ucap Izzat Abdi saat ditemui di lokasi dapur, Jumat (22/5/2026).
Menurut Izzat, tujuan kegiatan ini sangat jelas dan terukur. Pertama, untuk menanamkan kedisiplinan yang tinggi kepada setiap relawan dalam menjalankan tugas masing-masing.
Kedua, untuk memastikan kualitas makanan yang dihasilkan selalu terjaga mutu, kebersihan, kelezatan, serta kandungan gizinya.
Ia menjelaskan, kedisiplinan menjadi kunci utama agar jadwal penyiapan dan penyaluran makanan dapat berjalan tepat waktu dan tidak terlambat sampai ke siswa. Di sisi lain, menjaga kualitas makanan adalah hal mutlak, agar manfaat program ini benar-benar dirasakan dampaknya bagi pertumbuhan dan kecerdasan anak-anak.
Hal yang dimaksud dengan kualitas ini mencakup ketelitian dalam memilih bahan baku yang segar dan layak konsumsi, kebersihan alat masak dan tempat pengolahan, hingga cara pengemasan yang higienis dan aman selama perjalanan.
“Kami selalu ingatkan terus kepada seluruh relawan, bahwa apa yang kita kerjakan ini adalah amanah besar untuk masa depan anak-anak bangsa. Tidak boleh ada kelalaian sedikit pun. Disiplin waktu dan kerja keras harus selalu diutamakan, serta makanan yang sampai ke tangan siswa harus benar-benar sehat, lezat, dan memenuhi standar gizi yang ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN),” tegasnya.
Selain menegaskan kembali soal kedisiplinan dan kualitas, sesi briefing ini juga menjadi wadah koordinasi yang efektif untuk membahas kendala atau tantangan yang dihadapi di lapangan sehari-hari. Setiap masukan, kendala, maupun ide dari relawan dicatat dan langsung dicarikan solusinya agar tidak mengganggu kelancaran pelayanan.
Para relawan pun menyambut baik kebijakan rutin ini. Menurut mereka, arahan yang disampaikan secara berulang dan berkala membuat mereka semakin paham batasan, tugas, dan tanggung jawab, serta merasa lebih dipandu dalam bekerja.
Dengan komunikasi yang terus terjalin dan evaluasi harian, diharapkan pelaksanaan program MBG di wilayah SPPG Wonosuko dapat berjalan lancar, aman, dan membawa dampak positif nyata bagi peningkatan gizi generasi penerus bangsa.
“Kami siap menjalankan seluruh arahan dengan sebaik-baiknya. Briefing ini sangat membantu kami agar selalu ingat betapa pentingnya tugas kami menjaga kualitas makanan yang akan dimakan anak-anak,” ungkap Qulyubi, Asisten Lapangan SPPG Wonosuko.
Melalui pembinaan dan briefing rutin ini, SPPG Wonosuko berkomitmen tinggi untuk terus menjaga kepercayaan masyarakat dan pemerintah, serta memastikan program strategis nasional ini berjalan efektif, aman, dan tepat sasaran.









