Dibanding Pilkada 2024, KPU Bondowoso Catat Jumlah Pemilih Kini Bertambah 24 Ribu

Editor Satu

Anggota KPU Bondowoso Divisi Perencanaan, Data, dan Informasi, Imroatul Husna, (tengah), bersama Ketua KPU dan Ketua Bawaslu dalam rapat koordinasi. (dok: KPU Bondowoso)

BONDOWOSO, RADAR INDONESIA.COM – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bondowoso mencatat jumlah pemilih mencapai 625.795 orang hingga triwulan II 2026.

Angka tersebut bertambah 24.662 pemilih dibandingkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pilkada 2024 yang tercatat sebanyak 601.133 orang.

KPU menilai tren tersebut menjadi salah satu indikator potensi pertumbuhan pemilih menuju Pemilu 2029.

Anggota KPU Bondowoso Divisi Perencanaan, Data, dan Informasi (Rendatin), Imroatul Husna, mengatakan peningkatan jumlah pemilih diketahui dari proses Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) yang dilakukan secara rutin.

“Kalau dibandingkan dengan DPT Pilkada 2024 sebanyak 601.133, saat ini kenaikannya sekitar 24 ribu pemilih,” kata Imroatul, Selasa (11/8/2026).

Dari total 625.795 pemilih tersebut, sebanyak 302.076 merupakan laki-laki dan 323.719 perempuan.

Pada periode triwulan II 2026, KPU juga mencatat 3.506 pemilih baru yang masuk dalam pembaruan data.

Di sisi lain, KPU menghapus 5.444 nama dari daftar pemilih karena tidak lagi memenuhi syarat.

Selain itu, terdapat 2.794 data pemilih yang dilakukan perbaikan untuk memastikan informasi dalam daftar tetap sesuai kondisi terkini.

Imroatul menyebut pertambahan tersebut menunjukkan adanya dinamika data pemilih yang terus berlangsung.

Kondisi itu sekaligus menjadi gambaran awal mengenai kemungkinan bertambahnya jumlah pemilih pada Pemilu 2029.

Meski demikian, KPU belum dapat memastikan apakah pertumbuhan jumlah pemilih akan berdampak terhadap penambahan Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Penentuan jumlah TPS nantinya akan mengikuti ketentuan yang ditetapkan KPU RI dan disesuaikan dengan jumlah pemilih.

“Potensi penambahan TPS nanti menyesuaikan dengan peraturan KPU pusat yang terbaru dan diselaraskan dengan jumlah pemilih,” ujarnya.

Baca juga
Melek Literasi Disperpusip Situbondo Gelar Bimtek Literasi Informasi

Saat ini, KPU Bondowoso terus menjalankan PDPB sebagai bagian dari persiapan menghadapi Pemilu 2029.

Pembaruan dilakukan terhadap sejumlah perubahan data, antara lain warga yang berpindah domisili, pemilih yang baru memenuhi syarat sebagai pemilih, serta warga yang telah meninggal dunia.

Menurut Imroatul, pembaruan secara berkelanjutan diperlukan karena komposisi pemilih dapat berubah sewaktu-waktu.

Data yang terus diperbarui diharapkan dapat menjadi dasar penyusunan DPT Pemilu 2029 yang akurat dan sesuai kondisi masyarakat.

Langkah tersebut juga dilakukan untuk mengantisipasi persoalan daftar pemilih sejak lebih awal, termasuk meminimalkan potensi keberatan atau sengketa yang berkaitan dengan data pemilih saat tahapan Pemilu 2029 berlangsung.

Selain pembaruan data, KPU Bondowoso juga tetap menjalankan pendidikan pemilih melalui berbagai kegiatan sosialisasi.

Edukasi tersebut diarahkan untuk memperkuat pemahaman masyarakat mengenai demokrasi sekaligus membangun kesadaran dalam menggunakan hak pilih.

Imroatul berharap proses tersebut dapat mendorong lahirnya pemilih yang tidak hanya terdata secara administratif, tetapi juga memahami proses kepemiluan dan mampu menentukan pilihan berdasarkan pengetahuan yang dimiliki.

“Harapannya, masyarakat menjadi pemilih yang cerdas, memahami demokrasi dan kepemiluan, sehingga mampu menentukan pilihan dengan baik,” pungkasnya.

Penulis: Ubay