Aktual dan Tajam
RedaksiIndeks

Krisis Air Tak Boleh Jadi Langganan, BPBD Bondowoso Siapkan Solusi Permanen pada 2027

Radar Indonesia

BONDOWOSO, RADAR INDONESIA. COM – Ketergantungan masyarakat terhadap bantuan distribusi air bersih setiap musim kemarau menjadi persoalan yang ingin diakhiri Pemerintah Kabupaten Bondowoso. Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pemerintah mulai menyiapkan langkah penanganan kekeringan yang lebih berorientasi pada solusi jangka panjang.

Pada 2027 mendatang, BPBD Bondowoso merencanakan pembangunan sarana penanganan kekeringan di empat titik. Tiga titik di antaranya akan dilakukan pengeboran sumber air, sedangkan satu titik lainnya diperuntukkan bagi penyediaan sarana pendukung.

Kepala Pelaksana BPBD Bondowoso, Kristianto Putro Prasojo, S.T., M.M., mengatakan rencana tersebut merupakan tindak lanjut arahan Bupati Bondowoso dan Komisi IV DPRD agar penanganan kekeringan tidak terus mengandalkan pola kedaruratan.

“Sebagaimana arahan Bupati dan DPRD Komisi IV, penanganan kekeringan ini diupayakan dengan cara permanen, bukan hanya melalui cara-cara kedaruratan. Tentu pelaksanaannya tetap menyesuaikan dengan ketersediaan anggaran,” ungkap Kristianto, Jumat (30/10/2026).

Menurutnya, selama ini distribusi air bersih menjadi salah satu langkah yang dilakukan ketika masyarakat mengalami kesulitan mendapatkan air. Namun, pola tersebut dinilai perlu dilengkapi dengan pembangunan infrastruktur agar persoalan kekurangan air dapat ditangani secara berkelanjutan.

“Insyaallah, tahun depan 2027 kami merencanakan empat titik. Tiga titik dilakukan pengeboran dan satu titik untuk penyediaan sarananya,” jelasnya.

Untuk mendukung program tersebut sekaligus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi berbagai ancaman bencana, BPBD Bondowoso memperoleh peningkatan anggaran hampir Rp1 miliar atau sekitar 20 persen dibandingkan alokasi sebelumnya.

Kristianto menyebut tambahan anggaran itu penting mengingat kejadian bencana sepanjang tahun ini menunjukkan peningkatan dan diperkirakan membutuhkan kesiapan lebih besar pada tahun mendatang.

“Alhamdulillah, BPBD mendapatkan peningkatan anggaran hampir Rp1 miliar atau sekitar 20 persen. Artinya, ada upaya agar penanggulangan bencana bisa berjalan dengan baik. Mengingat kejadian bencana sepanjang tahun ini mengalami peningkatan dan diprediksi tahun berikutnya akan lebih banyak, maka anggaran operasional juga harus dipenuhi,” katanya.

Baca juga
Miris! BPKB Nasabah Hilang di Bank Plat Merah, Setahun Lebih Dipingpong Tanpa Kepastian

Meski demikian, rencana pembangunan empat titik tersebut masih membutuhkan perencanaan matang, mulai dari penentuan lokasi prioritas, kapasitas sumber air, hingga sistem pengelolaan fasilitas agar dapat dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang.

Pasalnya, pembangunan sumur bor saja belum cukup menjamin persoalan kekeringan terselesaikan apabila tidak diikuti ketersediaan jaringan distribusi dan pemeliharaan sarana.

Masyarakat kini menunggu realisasi program tersebut. Sebab, ukuran keberhasilan penanganan kekeringan bukan sekadar terealisasinya proyek pengeboran, melainkan berkurangnya ketergantungan warga terhadap bantuan air bersih setiap musim kemarau.