Aktual dan Tajam
RedaksiIndeks

Dari Balik Seragam Perawat, Lahir Srikandi Pengusaha Bondowoso

Radar Indonesia

BONDOWOSO, RADAR INDONESIA. COM– Di balik seragam perawat, tersimpan perjalanan panjang seorang perempuan bernama Lina Puspita Tri Sudarmo Putri asal Wringin Bondowoso dalam membangun kemandirian ekonomi. Berawal dari profesinya di bidang kesehatan, ia perlahan merintis usaha sampingan hingga akhirnya berkembang menjadi pengusaha dengan sejumlah lini bisnis di Kabupaten Bondowoso.

Langkahnya dimulai dari keberanian mencoba. Di sela kesibukan menjalankan profesi sebagai bidan, ia melihat peluang usaha yang bisa dikembangkan tanpa meninggalkan tanggung jawab utamanya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Usaha yang awalnya dirintis sebagai kegiatan sampingan itu kemudian tumbuh. Pengalaman, jaringan dan ketekunan menjadi modal untuk memperluas bisnis, termasuk mengembangkan usaha distribusi ayam yang menjadi salah satu bagian dari aktivitas bisnisnya.

Perjalanan tersebut kemudian membawanya ke dunia pengelolaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Bondowoso.

Mengelola SPPG bukan sekadar menjalankan sebuah usaha. Ada tanggung jawab besar dalam memastikan proses penyediaan makanan berjalan dengan baik, mulai dari pengadaan bahan pangan, pengelolaan dapur, hingga memastikan makanan yang disiapkan memenuhi standar yang telah ditetapkan.

Pengalaman di bidang kesehatan menjadi bekal tersendiri. Pengetahuan mengenai pentingnya gizi dan kesehatan masyarakat membuat pengelolaan SPPG tidak hanya dipandang sebagai aktivitas bisnis, tetapi juga sebagai bagian dari upaya memberikan manfaat kepada masyarakat.

Dari Perawat, Menjadi Pengusaha

Perjalanan tersebut sekaligus menunjukkan sisi lain dari perempuan Bondowoso yang berani keluar dari zona nyaman.

Profesi sebagai perawat tetap menjadi bagian dari perjalanan hidupnya. Namun, ia tidak berhenti di sana. Dunia usaha justru menjadi ruang baru untuk mengembangkan potensi, membangun jaringan dan menciptakan peluang ekonomi.

Dari usaha kecil, berkembang ke distribusi pangan, kemudian terlibat dalam pengelolaan SPPG. Setiap tahapan dilalui dengan proses yang tidak selalu mudah.

Baca juga
Polsek Pakem Turun Langsung, 25 Paket Sembako Disalurkan Door to Door kepada Kaum Duafa

Baginya, menjadi pengusaha bukan semata tentang seberapa besar usaha yang dimiliki, melainkan bagaimana usaha tersebut dapat tumbuh secara berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.

Melangkah Bersama IWAPI

Semangat untuk terus berkembang kemudian membawanya bergabung dengan Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI).

Bergabung dalam organisasi pengusaha perempuan menjadi langkah penting untuk memperluas jejaring sekaligus mendapatkan ruang bertukar pengalaman dengan sesama perempuan yang menekuni dunia usaha.

IWAPI menjadi salah satu ruang baginya untuk terus belajar bahwa perempuan tidak hanya memiliki peran penting dalam keluarga dan profesi, tetapi juga mempunyai kesempatan yang sama untuk tampil sebagai pelaku usaha.

Dari sinilah perjalanan tersebut menemukan makna yang lebih luas.

Seorang perawat bisa menjadi pengusaha. Seorang perempuan bisa mengelola bisnis pangan. Dan seorang pelaku usaha juga bisa mengambil bagian dalam kegiatan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

Menjadi Inspirasi Perempuan Bondowoso

Perjalanan dari balik seragamnya hingga menjadi pengusaha dan pengelola SPPG menunjukkan bahwa kesuksesan tidak selalu lahir dari satu profesi saja.

Ada keberanian untuk memulai, ketekunan untuk bertahan dan kemauan untuk terus belajar.

Kisahnya menjadi gambaran bahwa perempuan Bondowoso memiliki potensi besar untuk berkembang di dunia kewirausahaan.

Bukan sekadar tentang memiliki usaha, tetapi tentang keberanian membuka jalan, menciptakan kesempatan dan membawa manfaat bagi orang lain.

Dari balik seragam perawat, lahirlah sosok perempuan yang memilih untuk terus bergerak: mengabdi melalui profesi, bertumbuh melalui usaha, dan mengambil peran dalam membangun ekonomi masyarakat Bondowoso.