Aktual dan Tajam
RedaksiIndeks

Bukan Sekadar Panggung Hari Santri, GES PCNU Bondowoso Buktikan Ekonomi Rakyat Bisa Bergerak

Radar Indonesia

BONDOWOSO, RADAR INDONESIA. COM – Gebyar Ekonomi Santri (GES) yang digelar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Bondowoso resmi berakhir, Rabu (4/11/2026) malam. Selama enam hari penyelenggaraan di Alun-Alun Raden Bagus Asra, kegiatan yang melibatkan 130 stan tersebut mencatat perputaran ekonomi sekitar Rp500 juta.

Angka tersebut menjadi gambaran geliat ekonomi pelaku usaha lokal yang mendapat ruang promosi dan transaksi melalui kegiatan yang diinisiasi Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) PCNU Bondowoso.

Namun, capaian tersebut sekaligus menghadirkan tantangan bagi PCNU. Gebyar Ekonomi Santri diharapkan tidak sekadar menjadi agenda keramaian selama peringatan Hari Santri, melainkan mampu menjadi pintu masuk bagi penguatan ekonomi warga Nahdliyin secara berkelanjutan.

Ketua Panitia GES, Muhasim, menyebut perputaran ekonomi sekitar Rp500 juta selama enam hari menjadi salah satu capaian positif dari penyelenggaraan kegiatan tersebut.

“Alhamdulillah, selama enam hari pelaksanaan, perputaran ekonomi mencapai kurang lebih Rp500 juta. Ini tentu menjadi kebahagiaan sekaligus motivasi bagi kami untuk terus mendorong pertumbuhan UMKM dan kemandirian ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, GES dirancang sebagai ruang kolaborasi yang mempertemukan pelaku UMKM, pedagang kaki lima (PKL), pesantren, organisasi perangkat daerah (OPD), serta berbagai lembaga dan badan otonom NU.

Dengan melibatkan 130 stan, kegiatan ini menjadi kesempatan bagi pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan produk sekaligus memperluas jangkauan pasar. Kehadiran masyarakat sebagai pengunjung juga membuka peluang transaksi langsung bagi para pedagang.

Tak hanya mengandalkan aktivitas perdagangan, penutupan GES turut dikemas dengan sejumlah kegiatan pendukung. Panitia membagikan 1.000 cup kopi gratis kepada pengunjung serta menerima penghargaan dari Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bondowoso.

“Penutupan semakin meriah dengan 1.000 cup kopi gratis dan penghargaan bagi panitia GES,” imbuh Muhasim.

Baca juga
SMSI Bondowoso Sebut Kebebasan Pers Terancam Usai Media Tempo Dapat Teror Kepala Babi dan Bangkai Tikus

Di tengah semarak kegiatan ekonomi, panitia juga menyisipkan agenda kepedulian sosial melalui penyerahan santunan kepada 30 anak yatim. Hal ini mempertegas bahwa kegiatan tersebut tidak hanya diarahkan untuk mendorong transaksi perdagangan, tetapi juga menghadirkan manfaat sosial bagi masyarakat.

Muhasim berharap GES dapat kembali digelar tahun depan dengan jumlah peserta UMKM yang lebih besar dan jangkauan manfaat yang semakin luas.

“Semoga tahun depan kami bersama PCNU Bondowoso bisa kembali melaksanakan kegiatan seperti ini. Harapannya, jumlah pelaku UMKM yang terlibat semakin banyak dan manfaatnya semakin dirasakan masyarakat,” pungkasnya.

Rangkaian penutupan berlangsung khidmat melalui kegiatan bershalawat bersama yang diikuti pengunjung dan masyarakat. Lantunan shalawat menjadi penanda berakhirnya enam hari kegiatan yang memadukan aktivitas ekonomi, kepedulian sosial, dan nilai-nilai keagamaan.

Meski mencatat perputaran ekonomi Rp500 juta, keberhasilan GES ke depan tidak cukup hanya diukur dari ramainya pengunjung maupun besarnya transaksi selama kegiatan berlangsung. Tantangan sesungguhnya adalah bagaimana 130 stan yang terlibat dapat terus berkembang setelah kegiatan berakhir.

Sebab, kemandirian ekonomi warga Nahdliyin membutuhkan lebih dari sekadar panggung promosi sesaat. Akses pemasaran, pendampingan usaha, penguatan jaringan distribusi, hingga keberlanjutan kemitraan menjadi pekerjaan penting agar geliat ekonomi yang tercipta selama GES tidak ikut berakhir bersama penutupan acara.