Bondowoso Tambah Desa Budaya, Tradisi Phojien Siap Mendunia

Radar Indonesia

Bondowoso, RADAR INDONESIA.COM – Pemerintah Kabupaten Bondowoso resmi mencanangkan Desa Karanganyar, Kecamatan Klabang, sebagai Desa Budaya ke-9 di Kabupaten Bondowoso. Pencanangan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pelestarian budaya lokal sekaligus mendukung penguatan Ijen UNESCO Global Geopark melalui pendekatan budaya berbasis desa.

Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Bondowoso, Gede Budiawan, mengatakan Kecamatan Klabang merupakan salah satu pusat pelestarian tradisi di Bondowoso yang masih mempertahankan berbagai kesenian legendaris, seperti Pojhijen, Topeng Kona, dan Singo Ulung.

Menurutnya, Tradisi Pojhijen yang menjadi ikon Desa Karanganyar telah diusulkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia Tahun 2026. Dalam kegiatan pencanangan tersebut, sebanyak 60 pelaku seni menampilkan delapan jenis kesenian tradisional yang dipadukan dengan kehadiran 10 UMKM lokal, pasar murah, dan layanan cek kesehatan gratis.

Sementara itu, Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid menegaskan pencanangan Desa Budaya merupakan komitmen nyata pemerintah dalam menjaga warisan budaya sekaligus mendorong pembangunan berbasis kearifan lokal.

Ia berharap Desa Karanganyar menjadi pusat pembelajaran budaya, ruang kreativitas masyarakat, serta mampu menggerakkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Menurutnya, pelestarian budaya harus berjalan seiring dengan pemberdayaan masyarakat sehingga mampu menjadi modal sosial dalam mewujudkan Bondowoso Berkah.

Dengan bertambahnya Desa Karanganyar, kini Bondowoso memiliki sembilan Desa Budaya yang diharapkan menjadi garda terdepan dalam menjaga tradisi, memperkuat identitas daerah, sekaligus mendukung pengembangan pariwisata dan pelestarian budaya di tingkat nasional.

Baca juga
Pemusnahan Puluhan Ribu Batang Ganja Oleh Polres Lumajang Hasil, Pengungkapan Terbesar di Pulau Jawa