BONDOWOSO, RADAR INDONESIA. COM – Dugaan pelecehan terhadap siswi-siswi sekolah dasar di salah satu tempat wisata air, Navara Water Park, Bondowoso, menjadi perhatian serius. Ironisnya, jumlah anak yang diduga menjadi korban sementara disebut mencapai sekitar 10 orang, dengan satu orang oknum petugas di tempat wisata tersebut diduga sebagai pelaku.
Kasus ini kini memasuki ranah kepolisian setelah adanya laporan dugaan pelecehan terhadap siswi-siswi salah satu sekolah dasar di Bondowoso.
Kasi Humas Polres Bondowoso, Iptu Bobby Dwi Susanto membenarkan adanya laporan tersebut. Pihak kepolisian mengakui telah menerima laporan terkait dugaan pelecehan yang menimpa sejumlah siswi sekolah dasar.
Informasi sementara menyebutkan, sekitar 10 siswi diduga menjadi korban dalam peristiwa tersebut. Sementara pihak yang dilaporkan diduga merupakan seorang oknum petugas yang bekerja di Navara Water Park.
Terpisah, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Sekolah Wiwik Kadariyah, saat dikonfirmasi membenarkan adanya kunjungan siswa-siswi ke Navara dengan didampingi guru dan orang tua.
Namun, ketika dikonfirmasi melalui via telepon mengenai dugaan pelecehan yang diduga melibatkan oknum petugas tempat wisata tersebut, Wiwik belum bersedia memberikan penjelasan secara terperinci.
“Dan sekarang ini masih ditangani di Polres, Mbak,” ungkap Wiwik saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.
Ia mengaku belum memperoleh informasi yang jelas mengenai substansi dugaan peristiwa tersebut. Bahkan, saat memberikan keterangan kepada awak media, Wiwik menyebut dirinya sedang berada di Polres.
“Saya tidak bisa menjawab lebih dahulu. Ini masih belum jelas, saya masih belum dapat informasi yang jelas terkait dengan itu. Cuma saya sekarang memang ada di Polres juga,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menyisakan sejumlah pertanyaan penting. Dengan jumlah korban sementara yang disebut mencapai sekitar 10 anak, persoalan ini tidak cukup hanya dilihat sebagai dugaan tindakan individual seorang petugas.
Sebab, tempat wisata yang menerima kunjungan anak-anak semestinya menjamin lingkungan yang aman. Jika dugaan keterlibatan petugas terbukti, pengelola harus menjelaskan bagaimana tindakan tersebut bisa terjadi di lingkungan usahanya.
Kini, publik menunggu keseriusan penanganan Polres Bondowoso untuk mengungkap dugaan kasus tersebut, termasuk memastikan seluruh anak yang diduga menjadi korban memperoleh perlindungan dan pendampingan.
Jangan sampai kasus yang menyangkut keselamatan anak-anak ini justru tenggelam tanpa kejelasan pertanggungjawaban.
Keterangan resmi pengelola Navara Water Park terkait dugaan keterlibatan oknum petugas tersebut masih diperlukan. Proses hukum tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah
Hngga berita ini ditayangkan, pihak pengelola Navara Water Park masih belum berhasil dikonfirmasi guna memperoleh klarifikasi dan hak jawab terkait dugaan keterlibatan oknum petugas tersebut. Redaksi tetap memberikan ruang kepada pihak pengelola untuk menyampaikan penjelasan maupun tanggapannya demi keberimbangan pemberitaan.(Yun)











